Ditahan karena Aksi Kekerasan, Sprinter Putri Juara Olimpiade AS Sha'Carri Richardson Cari Pertolongan

AKURAT.CO, Sprinter putri asal Amerika Serikat peraih medali emas olimpiade, Sha’Carri Richardson, ditahan aparat keamanan sehubungan dengan kekerasan domestik yang dilakukannya.
Insiden penahanan terjadi setelah Sha’Carri Richardson diketahui melakukan kekerasan fisik terhadap kekasihnya yang juga atlet nasional AS, Christian Coleman.
Peristiwa tersebut terjadi di Bandar Udara Internasional Seattle-Tacoma, Washington DC, AS, Minggu (27/7), silam. Dalam video yang beredar di media sosial, Sha’Carri Richardson tampak mendorong ke dinding dan memukul wajah Coleman.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Atletik: Sha'Carri Richardson Patahkan Dominasi Jamaika Di 100 Meter
Richardson dibebaskan sehari kemudian namun atlet juara lari 4x100 meter Olimpiade Paris 2024 itu mengaku ia benar-benar membutuhkan pertolongan setelah ditahan.
“Saya mengambil kesempatan ini tidak hanya untuk melihat diri saya,” kata Richardson sebagaimana dipetik dari BBC.
“Tetapi untuk mendapatkan pertolongan tertentu untuk diri saya yang secara umum akan merefleksikan siapa sebenarnya diri dalam hati dan semangat saya dan tidak membiarkan momen ini–tetapi menerimanya–lebih lagi.”
Terhadap Coleman, Richardson menyatakan permintaan maafnya. Ia menyebut bahwa tindakannya terhadap juara dunia 2019 itu karena ia tak bisa mengendalikan trauma masa lalunya.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Atletik: Rajai Nomor Jarak Pendek, AS Juara Umum
“Saya minta maaf kepada Christian. Dia datang ke dalam hidup saya dan memberikan saya lebih dari sekadar hubungan tetapi sebuah pengertian dan cinta tanpa syarat yang lebih besar dari yang saya alami di masa lalu,” kata Richardson.
“Karena trauma dan rasa sakit masa lalu saya, saya buta dan terhalang untuk tak hanya menerima tetapi memberi. Saya mencintainya dan kepada dia permintaan maaf saya tidak cukup.”
Coleman sendiri menyikapi situasi tersebut dengan isyarat yang melunakkan. Atlet berusia 29 tahun itu memaklumi tindakan yang dilakukan Richardson terhadapnya.
“Dia mengalami banyak hal, banyak emosi dan tekanan dalam dirinya yang bukan saya saja yang tak memahaminya, tapi tak seorang pun yang bisa. Dia adalah yang satu dari yang satu. Saya yang satu dari yang satu, juga,” kata Coleman.
Sha’Carri Richardson adalah pelari jarak pendek berusia 25 tahun yang menjadi juara dunia 100 meter pada 2023. Di Olimpiade Paris tahun lalu ia meraih emas 4x100 meter dan perak 100 meter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







