Sukses Taklukkan China di Final, Australia Lengkapi Tiga Gelar Beruntun FIBA Asia Cup

AKURAT.CO, Australia berhasil mempertahankan dominasi di pentas bola basket Asia dengan meraih gelar Piala Asia FIBA ketiga beruntun usai menumbangkan China.
Tim berjuluk Boomers itu mencatatkan kemenangan tipis 90-89 atas China pada laga final Piala Asia FIBA 2025 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (17/8) malam setempat.
Xavier Cooks tampil gemilang dengan torehan 30 poin dan sembilan rebound, menjadi motor kebangkitan Australia yang sempat tertinggal hingga 15 angka di awal laga.
Baca Juga: Takluk dari Thailand, Kans Timnas Basket Indonesia Putra ke Piala Asia FIBA 2025 Kandas
Jaylin Galloway yang tampil di final perdananya juga mampu bersinar lewat sumbangan 23 poin, ditambah 15 poin dari William Hickey, termasuk poin krusial di menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan Australia.
Pelatih Australia, Adam Caporn, mengaku bangga dengan penampilan dan daya juang yang diujukkan anak asuhnya sepanjang laga.
"Kami sempat tertinggal 15 poin, tapi para pemain menunjukkan karakter dan mental juara. Xavier Cooks benar-benar menjawab momen besar malam ini," ujar Caporn dikutip laman resmi FIBA.
China sejatinya tampil meyakinkan sejak kuarter pertama melalui duet Hu Mingxuan dan Hu Jinqiu. Mingxuan bahkan mengakhiri laga dengan raihan 26 poin, sementara Jinqiu 20 poin.
Kombinasi keduanya juga sempat membawa China unggul 36-21 pada kuarter kedua sebelum Australia perlahan-lahan bangkit dari ketertinggalan.
Pertandingan berlangsung menegangkan hingga detik terakhir. Hickey mencetak putback penting pada menit ke-39 yang membawa Australia unggul.
Baca Juga: Kalah dari Korea, Langkah Timnas Basket Putra di Piala Asia FIBA 2025 Semakin Berat
Dua lemparan bebas dari Will Magnay dan Cooks menjaga keunggulan tipis, sebelum percobaan tripoin Mingxuan di buzzer gagal, membuat laga berakhir dengan skor 90-89.
Dengan hasil ini, Australia mencatatkan sejarah sebagai tim kedua yang mampu meraih tiga gelar beruntun Piala Asia FIBA, setelah China yang pernah melakukannya pada 2003.
Sejak debut di ajang ini pada 2017, Boomers juga belum terkalahkan, memperpanjang rekor sempurna mereka menjadi 18 kemenangan beruntun.
Sementara bagi China, meski gagal menambah gelar ke-17, keberhasilan mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2015 memberi sinyal kebangkitan.
"Kami hanya kalah satu poin. Kekalahan ini menjadi motivasi untuk berkembang. Kami sudah menunjukkan kepada fans bahwa China kembali bersaing di level teratas," kata kapten Tim China, Zhao Rui.
Australia pun kembali berdiri di puncak bola basket Asia, mempertegas statusnya sebagai kekuatan baru di kawasan, sekaligus menandai awal dari potensi rivalitas sengit dengan China di edisi-edisi selanjutnya.
Sedangkan pada perebutan tempat ketiga, Iran berhasil meraih medali perunggu usai menundukkan Selandia Baru dengan skor 79-73. Kemenangan ini menjadi podium pertama bagi Iran sejak 2017 ketika mereka merebut perak di Beirut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









