Akurat
Pemprov Sumsel

Tim Anggar Kursi Roda Indonesia Bidik Prestasi di Kejuaraan Dunia Solo 2025

Leo Farhan | 11 September 2025, 15:16 WIB
Tim Anggar Kursi Roda Indonesia Bidik Prestasi di Kejuaraan Dunia Solo 2025
 
AKURAT.CO, Tim anggar kursi roda Indonesia menyatakan siap tempur menghadapi ajang bergengsi Para Fencing World Cup 2025 yang akan berlangsung di GOR Indoor Manahan, Kota Solo, 15-18 September.
 
Sebanyak sepuluh atlet akan mewakili Merah Putih di kejuaraan dunia ini. Mereka adalah Alika Shalshabilah, Sri Lestari, Dwi Lestari, Angga Budi Prasetyo, Akhmad Saidah, Didit Diantoro, Taufiq Rahman, Ryo Affandi, Tutik Yumiati, dan Aditya Hidayat.
 
Dari daftar tersebut, hanya Sri Lestari dan Akhmad Saidah yang pernah mencicipi panggung internasional. Keduanya menjadi andalan Indonesia di ajang Asian Para Games 2018.
 
 
Sementara atlet lainnya baru sebatas tampil di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024. Mereka juga telah sepekan belakangan ini menjalani pemusatan latihan di Solo.
 
"Kami sangat senang dengan adanya kejuaraan dunia di Solo ini. Ajang ini bisa menjadi panggung penting bagi para atlet untuk menambah jam terbang," kata pelatih timnas anggar kursi roda, Firman Raflesio, di Solo, Kamis (11/9).
 
Firman menilai persaingan bakal berlangsung ketat. Pasalnya, para peserta yang hadir di Solo sebagian besar adalah atlet yang sebelumnya tampil di Paralimpiade Paris 2024.
 
"Banyak atlet top dunia yang datang. Ini peluang emas bagi atlet kita untuk belajar sekaligus mengukur kemampuan," ujarnya.
 
Selain menjadi ajang pembuktian, kejuaraan dunia ini juga dianggap sebagai bekal berharga menuju ASEAN Para Games 2025.
 
 
"Kami berharap bisa meraih poin, bahkan jika memungkinkan medali. Tapi yang utama, ini langkah awal sebelum ASEAN Para Games," tambah Firman.
 
Salah satu atlet Indonesia, Taufiq Rahman, menyambut antusias kesempatan ini. Ia mengaku anggar kursi roda merupakan cabang baru yang dipilihnya setelah sebelumnya berkarier di atletik nomor lempar.
 
Keberhasilannya merebut dua emas di Peparnas XVII 2024 membuat Taufiq semakin yakin beralih ke anggar kursi roda. Apalagi, Indonesia menjadi tuan rumah Para Fencing World Cup 2025.
 
Atlet asal Kebumen itu menuturkan persiapannya berjalan baik. Sejak Februari lalu, ia sudah berlatih intens bersama tim anggar kursi roda Jawa Tengah sebelum dipanggil ke pelatnas.
 
"Saya sangat bersemangat. Ini momen pertama saya tampil di level internasional. Saya ingin menambah pengalaman dan berusaha melaju sejauh mungkin, meski ini pertama kali bertemu atlet-atlet dunia," kata Taufiq.
 
Dengan dukungan publik Solo, para atlet Indonesia optimistis bisa tampil maksimal. Kejuaraan dunia ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga anggar kursi roda internasional.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H