PON Bela Diri 2025 Resmi Dibuka di Kudus, Jadi Tonggak Baru Olahraga Indonesia
Leo Farhan | 12 Oktober 2025, 00:10 WIB

AKURAT.CO, Sejarah baru dunia olahraga nasional resmi tercipta di Kota Kudus, Jawa Tengah. Untuk pertama kalinya, Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri digelar, menandai babak baru pembinaan dan kompetisi cabang olahraga bela diri di Indonesia.
Seremoni pembukaan berlangsung megah di dua lokasi, yakni Djarum Arena Kaliputu dan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (11/10).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Deputi II Kemenpora Bidang Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta.
Pembukaan PON Bela Diri Kudus 2025 berlangsung penuh semangat, disemarakkan oleh penampilan spektakuler dua pesilat internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Aksi keduanya memadukan keindahan gerak, kekuatan fisik, dan filosofi mendalam dari seni bela diri silat, memukau ribuan penonton yang memenuhi arena.
Ketua Panitia Pelaksana, Ryan Gozali, mengungkapkan apresiasi-nya atas partisipasi 2.645 atlet dari 38 provinsi yang ambil bagian pada edisi perdana di Kudus ini.
Mereka akan bersaing di sepuluh cabang bela diri murni, yakni Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo.
"Sebagai tuan rumah PON Bela Diri perdana, kami ingin menghadirkan bukan hanya hiburan, tetapi juga inspirasi bagi para atlet untuk tampil maksimal. Kudus menjadi saksi sejarah lahirnya momentum besar bagi bela diri Indonesia," kata Ryan di Kudus, Sabtu (11/10).
Usai upacara pembukaan, parade defile kontingen dari tiap cabang berjalan dari Djarum Arena menuju Alun-alun Simpang Tujuh. Di lokasi tersebut, para atlet disambut dengan Tari Kretek, kesenian khas Kudus yang dibawakan ratusan penari perempuan.
Acara dilanjutkan dengan atraksi bela diri dan pesta kembang api yang menambah kemeriahan malam pembukaan.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 memiliki makna strategis bagi masa depan olahraga nasional. Ajang ini menjadi wadah kompetisi bagi cabang bela diri non-Olimpiade yang tidak lagi dipertandingkan di PON reguler mulai 2028.
"PON Bela Diri tidak hanya melahirkan juara-juara baru, tetapi juga menjaga kontinuitas pembinaan atlet. Selain itu, ajang ini menjadi sarana promosi pariwisata olahraga, yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal," ujar Marciano.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi, termasuk pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat Kudus yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event nasional ini.
Kompleks Djarum Arena Kaliputu menjadi pusat kegiatan PON Bela Diri Kudus 2025 yang berlangsung 12–26 Oktober 2025. Pertandingan perdana akan mempertemukan cabang Taekwondo dan Judo pada Minggu (12/10), disusul cabang Gulat keesokan harinya.
Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi olahraga bela diri Indonesia sekaligus memperkokoh posisi Kudus sebagai salah satu pusat olahraga nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









