Kali ini Shakur Stevenson merebut sabuk juara dunia kelas ringan super WBO dalam duel di Madison Square Garden (MSG), New York, Amerika Serikat, Sabtu (31/1) setempat.
Dalam laga yang disaksikan 21.324 penonton—rekor kehadiran tinju tertinggi di MSG sejak 1968—Shakur Stevenson tampil tanpa celah.
Baca Juga: Cari Lawan Ryan Garcia Sekembali dari Sanksi Doping, De La Hoya Sebut Nama Teofimo Lopez
Ketiga juri memberikan skor telak 119-109, yang berarti Teofimo Lopez hanya diberi satu ronde kemenangan di sepanjang laga.
Usai laga, petinju dengan rekor tak terkalahkan (25-0) asal Newark, New Jersey, ini menegaskan kemenangannya adalah bukti kematangan teknis.
Stevenson tidak hanya menang cepat, tetapi juga menang secara intelegensi di atas ring.
"Inilah seni tinju. Memukul, tidak terpukul, dan menghabisi lawan secara perlahan," ujar Stevenson kepada DAZN.
Sepanjang laga, Stevenson menggunakan footwork terbaiknya untuk membuat Lopez (22-2) frustrasi. Lopez yang mencoba agresif justru sering kali terbuka terhadap serangan balik (counter punch) Stevenson yang lebih tajam dan keras.
Luka robek di atas mata kiri Lopez pada ronde kesepuluh menjadi bukti sahih dominasi sang petinju kidal berusia 28 tahun tersebut.
Baca Juga: Setelah Menang Kontroversial atas Jamaine Ortiz, Teofimo Lopez Tantang Terence Crawford
Pada awal laga, Lopez langsung mencoba menekan, namun Stevenson dengan mudah menjaga jarak dengan mendaratkan jab-jab kanan yang akurat.
Pada pertengahan laga, Stevenson mulai berani melepaskan hook kiri. Pada ronde keempat, Lopez sempat kehilangan keseimbangan akibat hantaman telak Stevenson.
Memasuki ronde kedelapan, wajah Lopez mulai memerah dan membengkak. Sebelum akhirnya pada ronde kesepuluh, darah mulai mengucur dari pelipis kiri Lopez, menandakan laga sudah berada sepenuhnya di bawah kendali Stevenson.
"Saya bisa mengatakan banyak hal, tetapi itu tetap akan menjadi hal yang salah (untuk membela diri)," kata Lopez pasrah.
Dengan memegang sabuk WBC kelas ringan dan WBO kelas ringan super, Stevenson menjadi ancaman bagi siapa pun di dua kelas tersebut.
Usai laga, ia sempat terlibat adu mulut di atas ring dengan petinju Inggris, Conor Benn, memberikan sinyal bahwa kelas welter mungkin menjadi destinasi Stevenson selanjutnya demi mengejar gelar di divisi kelima.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Stevenson karena didampingi langsung oleh mentornya, Terence Crawford, yang berdiri di sudut ring memberikan dukungan penuh.
Selain kemenangan Stevenson, gelaran ini diwarnai beberapa hasil menarik di partai tambahan. Bruce "Shu Shu" Carrington berhasil merebut gelar juara dunia kelas bulu WBC usai memukul KO Carlos Castro pada ronde kesembilan.
Di pertarungan lainnya, Keyshawn Davis mampu melakukan debut gemilang di kelas 140 pon dengan menghentikan Jamaine Ortiz pada ronde ke-12. Davis kini membidik juara kelas welter, Devin Haney.
Pada divisi kelas berat, Jarrell Miller mampu meraih kemenangan split decision atas Kingsley Ibeh.
Laga ini sempat viral di media sosial karena rambut palsu (hairpiece) Miller copot pada ronde kedua usai terkena pukulan keras Ibeh, memperlihatkan bagian kepalanya yang botak sebelum akhirnya dibuang ke arah penonton.