Akurat
Pemprov Sumsel

​Buru Tiket Asian Games di China, Veddriq Leonardo Bersiap Adaptasi Cuaca

Dian Eko Prasetio | 3 April 2026, 20:52 WIB
​Buru Tiket Asian Games di China, Veddriq Leonardo Bersiap Adaptasi Cuaca
Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, saat beraksi di Olimpiade Paris 2024.

AKURAT.CO, Skuad panjat tebing Indonesia mengusung misi besar dalam keberangkatan mereka menuju World Climbing Asia Championship 2026 di Meishan, China.

Ajang yang berlangsung pada 8–12 April ini menjadi pertaruhan bagi para pemanjat tebing tanah air demi mengamankan tiket menuju Asian Games 2026.

Peraih emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, menegaskan bahwa status juara dunia yang disandangnya tidak dijadikannya sebagai beban.

Baginya, tekanan di level internasional adalah makanan sehari-hari yang harus ditaklukkan.

"Tinggal nanti di sana bagaimana kita mengatasi cuaca dan keadaan latihan," kata Veddriq Leonardo saat ditemui di sela-sela pelepasan atlet, di Hotel Santika, Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026).

"Untuk persiapan sendiri sudah hampir seratus persen. Ini bukan pengalaman pertama kita berkompetisi di level internasional."

Veddriq Leonardo memberikan catatan khusus mengenai peta persaingan di nomor speed yang kini semakin merata.

Ia menyebut negara-negara seperti China, Kazakhstan, hingga Iran mulai menebar ancaman serius dengan catatan waktu di bawah lima detik.

"Pesaing kita sudah berada di level yang setara dengan Indonesia. Mau tidak mau, kita harus lebih siap dan mempersiapkan diri dengan cara yang lebih matang dari sebelum-sebelumnya," tambahnya.

Target Emas dan Tantangan Cuaca di World Climbing Asia Championship

Optimisme serupa juga disampaikan srikandi panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Selain membidik tiket kualifikasi, Desak mematok target tinggi untuk membawa pulang medali dari Meishan.

Namun, ia mengakui faktor kesehatan menjadi tantangan utama di tengah cuaca yang tak menentu.

"Pastinya mimpi kita adalah Asian Games dan Olimpiade. Untuk sekarang, fokus saya adalah menjaga kesehatan karena cuaca sering hujan dan panas, beberapa teman juga sudah ada yang mulai sakit," ungkap Desak.

Meski persaingan di sektor putri tergolong sengit, terutama dari wakil Korea Selatan dan Jepang, Desak tetap percaya diri melihat progres catatan waktunya yang terus membaik dalam sesi latihan terakhir.

"Mengingat catatan waktu saya sudah mulai membaik, saya optimistis bisa lolos ke Asian Games Nagoya," tegasnya.

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) resmi melepas enam belas atlet untuk berlaga di kejuaraan tersebut.

Federasi memastikan seluruh atlet dalam kondisi mental yang prima setelah mendapatkan pendampingan psikologis maksimal guna menjaga fokus pada misi kualifikasi.

Dengan komposisi atlet senior berpengalaman dan talenta muda berbakat, Indonesia berharap mampu mendominasi podium di Meishan sekaligus mengunci kuota maksimal untuk keberangkatan ke Jepang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.