Akurat
Pemprov Sumsel

​Tak Ada Kata Mundur, Manny Pacquiao Pastikan Rematch Kontra Mayweather Tetap Digelar 2026

Dian Eko Prasetio | 20 April 2026, 16:59 WIB
​Tak Ada Kata Mundur, Manny Pacquiao Pastikan Rematch Kontra Mayweather Tetap Digelar 2026
Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao (tengah), saat melakukan jogging bersama timnya.

AKURAT.CO, Ikon tinju dunia asal Filipina, Manny Pacquiao, meyakinkan para penggemar bahwa duel ulang (rematch) melawan Floyd Mayweather Jr dipastikan akan tetap berlangsung pada 2026.

Penegasan ini muncul sebagai jawaban atas komentar bernada pesimistis yang dilontarkan pihak Floyd Mayweather baru-baru ini.

Meski pertarungan ini sudah diumumkan secara resmi sejak Februari lalu, skeptisisme sempat mencuat di kalangan publik.

Hal ini dipicu oleh pernyataan Floyd Mayweather yang menyebut lokasi duel belum terkonfirmasi dan mengeklaim laga tersebut hanya bersifat eksebisi, bukan profesional.

Namun, Manny Pacquiao segera mementahkan keraguan tersebut. Petinju berjuluk Pac Man ini menegaskan bahwa rencana besar tersebut sudah berjalan dan telah melewati titik di mana pembatalan tidak lagi memungkinkan.

Ia juga mengingatkan bahwa drama serupa pernah terjadi pada pertemuan pertama mereka pada 2015.

"Kami berdua sudah menandatangani kontrak dan kami berdua telah menerima uang muka (advance) dari bayaran kami. Jadi, tidak ada jalan bagi kami untuk membatalkan pertarungan ini," kata Manny Pacquiao dikutip dari ESPN.

"Bahkan pada pertarungan pertama kami, dia (Mayweather) memang sulit dihadapi, tapi pertarungan itu tetap terjadi."

Senada dengan sang petinju, CEO Manny Pacquiao Promotions, Jas Mathur, mengeluarkan pernyataan yang lebih berani.

Mathur meyakini bahwa manuver kata-kata yang dilakukan Mayweather hanyalah sebuah gimmick yang akan mereda seiring berjalannya waktu.

"Kami seratus persen yakin bahwa hasil akhir dari situasi ini akan positif. Kami terus mengalami kemajuan. Floyd harus memenuhi kewajibannya, dan saya pikir dia juga ingin pertarungan ini terjadi," ujar Mathur.

Lebih lanjut, Mayweather dilaporkan tengah terlilit sejumlah masalah hukum yang membuatnya tidak mampu mengambil risiko lebih besar dengan menolak bertarung.

Pihak Pacquiao bahkan sudah mengancam akan melayangkan gugatan pelanggaran kontrak jika laga tersebut batal. Terlebih kedua petarung telah menerima pembayaran awal.

Pertemuan pertama Mayweather dan Pacquiao pada 2 Mei 2015 tetap tercatat sebagai ajang tinju dengan penjualan pay-per-view tertinggi sepanjang sejarah dengan 4,6 juta pembelian.

Meski saat itu banyak yang mengkritik laga tersebut terlambat, minat publik nyatanya tetap tinggi meski kini keduanya sudah berusia kepala empat.

Pacquiao sempat kembali dari masa pensiun untuk menantang juara kelas welter WBC, Mario Barrios, pada Juli 2025.

Sementara Mayweather belum bertarung secara profesional sejak menghentikan Conor McGregor pada 2017. Namun aktif di laga eksibisi.

Di tahun 2026 ini, petinju berjuluk Money tersebut kabarnya memiliki tiga jadwal pertarungan, termasuk rencana eksebisi melawan Mike Tyson dan kickboxer Mike Zambidis.

Kini, bola panas berada di tangan Mayweather untuk membuktikan komitmennya di atas ring, atau harus berhadapan dengan konsekuensi hukum yang telah menanti di luar ring.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.