Akurat Logo

Maroko Terbuka: Kalah Tragis di Super Tie-Break, Aldila Sutjiadi/Vera Zvonareva Harus Puas Jadi Runner-Up

Dian Eko Prasetio | 23 Mei 2026, 14:08 WIB
Maroko Terbuka: Kalah Tragis di Super Tie-Break, Aldila Sutjiadi/Vera Zvonareva Harus Puas Jadi Runner-Up
Pasangan ganda putri tenis Indonesia/Rusia, Aldila Sutjiadi/Vera Zvoraneva (dua sebelah kiri), saat berfoto dengan lawan yang mengalahkan mereka pada final Maroko Terbuka 2026, Magali Kempen/Eudice Chong, di Rabat, Maroko, Jumat (22/5/2026). X/WTA

AKURAT.CO, Ambisi petenis ganda putri andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi, untuk membawa pulang trofi juara dari ajang WTA 250 Maroko Terbuka 2026 akhirnya kandas secara dramatis.

Datang sebagai unggulan utama, Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan petenis veteran Rusia, Vera Zvonareva, harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan pasangan non-unggulan, Magali Kempen/Eudice Chong (Belgia/Hong Kong) di partai puncak Maroko Terbuka kali ini.

Bertanding di Lapangan Club Des Cheminots, Rabat, Maroko, Jumat (22/5/2026) malam WIB, duet Aldila/Vera dipaksa menyerah lewat drama tiga set dengan skor akhir 3-6, 6-2, dan 6-10.

Catatan statistik pertandingan menggambarkan betapa sengitnya duel perebutan takhta juara Maroko Terbuka ini.

Secara keseluruhan, Aldila/Vera sebenarnya unggul dalam perolehan poin total dengan mengemas 64 poin, berbanding 61 poin milik Kempen/Chong.

Mereka juga lebih unggul dalam jumlah kemenangan gim, yakni sembilan gim, berbanding delapan gim yang dimenangi lawan.

Pada set pertama, Aldila/Vera sempat kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya hingga menyerah 3-6. Namun, mentalitas unggulan utama berbicara di set kedua.

Aldila/Vera tampil sangat agresif dengan meminimalkan kesalahan ganda dan sukses mengonversi tiga dari 12 kesempatan break point untuk merebut set kedua dengan skor meyakinkan 6-2.

Sayangnya, momentum kebangkitan tersebut gagal dipertahankan di babak super tie-break.

Pasangan gado-gado Belgia-Hong Kong tersebut tampil lebih nekat dan minim kesalahan di poin-poin kritis.

Kempen/Chong sukses mencatatkan rentetan enam poin beruntun untuk mengunci kemenangan 10-6 sekaligus memastikan gelar juara.

Meski gagal naik ke podium tertinggi, pencapaian hingga babak final di Rabat ini tetap menjadi suntikan modal yang berharga bagi Aldila Sutjiadi.

Efektivitas servis pertamanya yang mencapai 75 persen sepanjang laga menjadi salah satu catatan positif yang wajib dipertahankan.

Usai merampungkan turnamen di Maroko, Aldila tidak punya banyak waktu untuk bersedih.

Ia akan langsung terbang ke Paris, Prancis, untuk mempersiapkan diri dan menjaga fokus menyambut turnamen Grand Slam tanah liat paling bergengsi, Roland Garros 2026, yang akan mulai bergulir akhir pekan ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.