Akurat Logo

Prancis Terbuka: Akhiri Kutukan Grand Slam, Alexander Zverev Segel Gelar Juara Roland Garros

Dian Eko Prasetio | 8 Juni 2026, 15:55 WIB
Prancis Terbuka: Akhiri Kutukan Grand Slam, Alexander Zverev Segel Gelar Juara Roland Garros
Petenis asal Jerman, Alexander Zverev, saat merebahkan badan ke lapangan Philippe-Chatrier, Stadion Roland Garros, Paris, Prancis, selepas memastikan kemenangannya atas Flavio Cobboli di laga final, Minggu (7/6/2026). X/Roland Garros

AKURAT.CO, Alexander Zverev resmi menobatkan diri sebagai raja baru tanah liat setelah sukses merengkuh gelar Grand Slam pertama sepanjang kariernya pada ajang Prancis Terbuka atau Roland Garros 2026.

Kemenangan di Prancis Terbuka ini diraih Alexander Zverev pada final yang berlangsung di lapangan Philippe-Chatrier, Paris, Prancis, Minggu (7/6) waktu setempat.

Bertanding dalam laga final Prancis Terbuka yang menguras emosi, petenis Jerman berusia 29 tahun itu dipaksa memeras keringat selama empat jam 16 menit saat melawan petenis debutan asal Italia, Flavio Cobolli.

Alexander Zverev akhirnya mengunci kemenangan lewat duel melelahkan lima set dengan skor akhir 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5-7), dan 6-1.

Begitu pukulan terakhirnya memastikan kemenangan, Zverev langsung ambruk di atas merahnya tanah liat Paris.

Air mata emosionalnya tumpah, merayakan runtuhnya kutukan yang selama bertahun-tahun menggelayuti kariernya.

Bagi petenis peringkat tiga dunia tersebut, Stade Roland Garros adalah tempat yang sangat khusus di hatinya, baik secara positif maupun negatif.

Di lapangan ini pula, empat tahun lalu (2022), Zverev mengalami mimpi buruk saat menderita cedera pergelangan kaki parah hingga harus meninggalkan lapangan dengan kursi roda saat menghadapi Rafael Nadal.

"Lapangan ini sangat spesial bagi saya. Saya mengalami momen terbaik dan terburuk dalam hidup saya di sini," kata Zverev dikutip laman ATP Tour.

"Empat tahun lalu saya terkapar di sudut sana dengan tujuh ligamen robek dan dua tulang retak. Dua tahun lalu (2024), saya kalah di final Grand Slam di sini. Tapi sekarang, akhirnya, ini adalah akhir yang bahagia."

Zverev memulai laga dengan sangat dominan dan mengunci set pertama 6-1. Namun, Cobolli bangkit di set kedua lewat permainan agresif dan pukulan drop shot mematikan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dengan merebut set kedua dengan skor 4-6.

Namun, Zverev mampu kembali merebut set ketiga dengan skor 6-4 berkat kesalahan beruntun Cobolli.

Di set keempat, Zverev yang sempat berada di ambang kemenangan justru diserang gugup. Cobolli memanfaatkan situasi ini, untuk memaksakan tie-break, dan merebut set keempat dengan pukulan forehand.

Alih-alih mentalnya runtuh setelah kehilangan set keempat secara tragis, Zverev melakukan reset dengan luar biasa di set kelima.

Mengandalkan persentase poin servis pertama yang mencapai 83 persen, Zverev menyapu bersih set penentu dengan skor telak 6-1.

Sebelum kemenangan bersejarah ini, Zverev memegang predikat sebagai salah satu petenis paling berprestasi di ATP Tour yang belum pernah mencicipi gelar Grand Slam.

Ia mengoleksi dua gelar Nitto ATP Finals, tujuh trofi ATP Masters 1000, dan medali emas Olimpiade, namun selalu keok di tiga final Grand Slam sebelumnya (US Open 2020, Roland Garros 2024, dan Australian Open 2025).

Dengan keberhasilan ini, Zverev menorehkan tinta emas baru, menjadi petenis pria Jerman pertama yang mengangkat trofi Coupe des Mousquetaires sejak Henner Henkel pada tahun 1937.

Ia juga menjadi petenis pria Jerman ketiga di Era Terbuka yang memenangi Grand Slam, mengikuti jejak Boris Becker (Australian Terbuka 1996) dan Michael Stich (Wimbledon 1991).

Zverev juga menjadi pria kelahiran era 1990-an ketiga yang memenangi Grand Slam, setelah Dominic Thiem dan Daniil Medvedev.

"Sekarang, tidak peduli apa pun yang terjadi, saya akan selalu menjadi seorang juara Grand Slam, dan tidak ada seorang pun yang bisa merebut hal itu dari saya," ungkap Zverev.

Sementara itu, meskipun kalah Flavio Cobolli mencatatkan lonjakan karier luar biasa sepanjang turnamen.

Usai laga ini, petenis Italia itu dipastikan menembus peringkat sepuluh besar dunia untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.