Tatap Asian Games 2026, Erick Thohir Sebut Presiden Prabowo Restui Anggaran Pelatnas Jangka Panjang

AKURAT.CO, Persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 Jepang memasuki fase krusial. Dengan sisa waktu sekitar dua setengah bulan, Indonesia dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari tingginya kompleksitas kompetisi hingga dihapusnya beberapa nomor pertandingan yang selama ini menjadi lumbung medali Merah Putih.
Merespons situasi tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi memakai pola pikir instan.
Target besar mempertahankan dan mengatrol prestasi di Asian Games, SEA Games 2026 Malaysia, hingga Olimpiade masa depan wajib ditopang oleh sistem pembinaan jangka panjang.
"Kita harus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Negara lain terus bergerak maju. Indonesia harus memiliki sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan agar mampu bersaing secara konsisten," ujar Erick Thohir, Rabu (24/6).
Erick memaparkan, peningkatan prestasi olahraga nasional tidak akan pernah tercapai jika hanya mengandalkan program jangka pendek.
Melalui pertemuan strategis dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang pada Jumat (19/6/2026) lalu, Pemerintah resmi menyepakati perubahan fundamental dalam struktur pembiayaan olahraga, yakni penerapan anggaran jamak atau multiyears.
Langkah ini diambil agar program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) tidak lagi terputus di tengah jalan hanya karena kendala birokrasi anggaran tahunan.
"Presiden Prabowo mendukung penuh perubahan pola pikir ini. Atlet juara dunia dan Olimpiade tidak lahir dari persiapan satu atau dua tahun. Karena itu, Pelatnas harus dibangun dengan sistem multiyears (jangka panjang). Jika kita menargetkan Olimpiade 2032, maka atlet potensial harus dibina dari sekarang," tegas Erick.
Gagasan revolusioner mengenai anggaran multiyears ini langsung mendapat sambutan hangat dari sejumlah ketua umum federasi olahraga papan atas Indonesia. Skema ini dinilai memberikan kepastian program kerja bagi cabang-cabang olahraga prioritas yang menjadi tumpuan medali.
"Saya berterima kasih atas dukungan dari berbagai federasi. Pak Rosan (Ketua Angkat Besi), Pak Luhut (Ketua PB PASI), Pak Pandu (Ketua Selancar Ombak), dan Ibu Yenny Wahid (Ketua Panjat Tebing) mendukung penuh program Bapak Presiden agar anggaran pelatnas menggunakan skema multiyears. Saya yakin cabor lain punya semangat serupa," ungkap Menpora.
Guna memastikan regulasi baru ini berjalan mulus tanpa hambatan administratif, Kemenpora kini tengah melakukan koordinasi intensif secara lintas sektoral, termasuk mengetuk pintu Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








