Akurat Logo

Asian Games: Atlet Boleh Berangkat Biaya Mandiri, Syaratnya Ditargetkan Raih Medali

Dian Eko Prasetio | 20 Juli 2026, 23:20 WIB
Asian Games: Atlet Boleh Berangkat Biaya Mandiri, Syaratnya Ditargetkan Raih Medali
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari memberikan keterangan dalam Rapat Anggota Tahunan Luar Biasa (RALB) NOC Indonesia di Jakarta, Senin (20/7/2026). NOC INDONESIA

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) membuka peluang bagi sejumlah cabang olahraga (cabor) untuk berangkat menggunakan skema mandiri pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kendati demikian, lampu hijau ini diberikan dengan syarat ketat. Yakni wajib memikul tanggung jawab prestasi.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa konsep cabor mandiri bukan berarti memberikan kebebasan bagi federasi untuk berangkat tanpa standar yang jelas.

Pun begitu, skema ini sedang digodok bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta tim Chef de Mission (CdM).

"Tetapi prinsipnya sangat jelas. Kalau memilih berangkat secara mandiri, maka pembiayaannya juga dilakukan secara mandiri dan harus disertai tanggung jawab prestasi," kata Raja Sapta dalam Rapat Anggota Tahunan Luar Biasa (RALB) NOC Indonesia di Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Targetnya bukan sekadar hadir di Asian Games, tetapi membawa pulang medali untuk Indonesia."

https://www.akurat.co/arena/874115/asian-games-cdm-jamin-kenyamanan-atlet-walau-menginap-di-kapal-pesiar

Pria yang katib disapa Okto itu juga menambahkan bahwa NOC Indonesia tidak akan gegabah melepas cabor mandiri.

Setiap usulan keberangkatan harus melewati kajian strategis dan teknis yang ketat. Mulai dari peluang riil meraih medali, kesiapan logistik, hingga kepastian tempat tinggal selama di Jepang.

"Jangan sampai keputusan yang diambil justru menimbulkan persoalan baru yang berdampak pada nama baik Indonesia," imbuhnya.

Siasati Rumitnya Manajemen Logistik di Jepang

Tantangan kontingen Indonesia pada Asian Games kali ini diakui jauh lebih kompleks. Untuk pertama kalinya, panitia penyelenggara lokal memecah lokasi penginapan atlet dan ofisial ke dalam beberapa jenis akomodasi yang berbeda.

Para patriot olahraga tanah air nantinya akan tersebar di Athlete Village, bangunan modular di kawasan Garden Pier, hotel di sekitar lokasi pertandingan, hingga kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Nagoya.

"Itulah tantangan yang harus dijawab. Saya bersyukur CdM Todotua Pasaribu telah menyampaikan komitmennya bahwa seluruh tantangan tersebut akan dihadapi dengan sebaik-baiknya, sehingga para atlet dan ofisial dapat memperoleh pelayanan maksimal," kata Okto.

Merespons situasi akomodasi yang tidak biasa tersebut, CdM Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, bergerak cepat dengan memetakan kebutuhan operasional kontingen dari hasil peninjauan langsung di lapangan.

Todo menjelaskan bahwa panitia di Jepang membagi lokasi penginapan berdasarkan kluster cabang olahraga.

Dari rancangan awal yang diterima, salah satu cabor populer Indonesia sudah mengamankan slot di perkampungan atlet utama.

"Pembagian tersebut masih terus disempurnakan oleh panitia, namun secara umum penempatannya dilakukan berdasarkan cabang olahraga. Sebagai contoh, cabang olahraga basket direncanakan berada di Athlete Village," ungkap Todotua.

Fokus utama tim CdM saat ini adalah memastikan detail penempatan tersebut benar-benar mendukung performa dan kebugaran atlet, bukan justru menguras stamina sebelum bertanding.

Dalam waktu dekat, tim dari CdM akan kembali diberangkatkan ke Jepang untuk melakukan verifikasi akhir kondisi fasilitas di lokasi acara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.