China Terbuka: Skuat Indonesia Jajal Arena, Putri Bersiap Lawan Akane

AKURAT.CO, Skuat pebulutangkis Indonesia sudah berada di Changzhou, China, untuk mengikuti China Terbuka 2023. Mereka juga sudah melakukan latihan pertama di arena pertandingan di Olympic Sports Center Gymnasium Changzhou, Minggu (3/9).
Skuat tunggal putri adalah salah satu yang melakukan latihan di lapangan tiga Gymnasium Changzhou sore tadi. Pelatih Sektor Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Indra Widjaja, mempersiapkan dua atletnya di China Terbuka 2023, Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.
Terutama Putri yang akan langsung menghadapi unggulan kedua asal Jepang, Akane Yamaguchi. Indra berharap Putri bisa tampil maksimal sebagaimana yang ditunjukkannya ketika memberi perlawanan terhadap pebulutangkis asal China, He Bing Jiao, di putaran kedua Kejuaraan Dunia di Denmark, Agustus lalu.
Baca Juga: Indra Wijaya Nilai Tunggal Putri Berkembang Meski Tanpa Medali Di Kejuaraan Dunia
"Putri akan langsung ketemu Akane (Yamaguchi) dari Jepang, karena dari melihat sisi peringkat, peluang untuk bertemu dengan unggulan pasti ada di babak pertama,” kata Indra sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
“Tapi harapan saya untuk Putri bisa maksimal seperti yang ia tunjukkan saat melawan He Bing Jiao di Kejuaraan Dunia kemarin.”
Adapun Gregoria sempat berjuang dengan masalah lutut yang sudah menderanya sejak Kejuaraan Dunia. Namun demikian, Indra mengatakan bahwa kondisi lutut pebulutangkis ranking delapan dunia itu semakin membaik.
"Untuk Gregoria, lututnya memang masih di-tapping tapi sebetulnya tidak terlalu masalah. Saya harap dia bisa lebih berani untuk memaksimalkan semuanya di laga nanti, terus konsistensi dengan permainan terbaik dan tidak terpengaruh dengan hal-hal kecil yang bisa mengganggu," ucap Indra.
Baca Juga: Gregoria Terhenti Di 8 Besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis, Ini Penjelasan Pelatih
Indonesia total mengirimkan 17 pebulutangkis ke China Terbuka tahun ini. Berlangsung pada 5-10 September, turnamen kali ini merupakan yang pertama setelah tiga edisi absen akibat pandemi Covid-19.
China Terbuka adalah salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi di dunia dengan status BWF World Tour Super 1000. Kejuaraan ini menyediakan hadiah total sebesar US$1.250 ribu (sekitar Rp19,03 miliar).
Indonesia terakhir kali menempatkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di podium juara China Terbuka pada edisi terakhir di tahun 2019. Di tahun sebelumnya, Anthony Sinisuka Ginting mencetak prestasi gemilang dengan menjadi juara.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









