Bagas/Fikri mampu mengatasi perlawanan ganda unggulan dua, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, lewat laga ketat dengan skor akhir 21-17, 11-21, dan 21-17 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Rabu (06/09).
Ini adalah kemenangan kedua beruntun Bagas/Fikri dari ganda putra asal India tersebut. Di pertemuan terakhir pada babak 16 besar Thailand Terbuka, Bagas/Fikri juga meraih kemenangan usai melewati laga rubber set.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Bagas/Fikri Mengaku Mengalami 'Progress' Meski TersingkirKemenangan di pertemuan terakhir ternyata banyak membantu penampilan Bagas/Fikri di laga kali. Walau sempat kehilangan set kedua, perubahan strategi di gim ketiga mampu mengantarkan Bagas/Fikri mengamankan tiket 16 besar.
"Secara strategi, tidak berbeda jauh dengan saat bertemu di Thailand Open lalu, bahkan bisa dikatakan sama saja. Kami menyiapkan pukulan dengan bola-bola setengah dan mewaspadai sergapan lawan," kat Bagas.
"Di gim kedua sebenarnya kondisi lapangan tidak berubah signifikan walau lebih kalah angin tapi lawan sudah semakin siap jadi kami tertekan terus. Sudah berbagai cara dilakukan tapi belum berhasil keluar dari tekanan itu," ucap Fikri menambahkan
"Belajar dari gim kedua, strategi kami sudah siap dengan bola panjang setelah interval. Itu sukses meredam serangan-serangan mereka. Saat
match point kami saling mengingatkan untuk tidak kecolongan, terutama dari servis mereka."
Baca Juga: China Terbuka: Putri Tersingkir, Indonesia Tanpa Wakil di Tunggal PutriDi babak selanjutnya, Bagas/Fikri akan menghadapi kompatirot mereka, Pramudya Kusuma Wardana/Yeremia Erich Rambitan. Hasil ini sekaligus memastikan pasangan ganda putra Indonesia mendapatkan satu tiket di perempat final.
Sebelumnya, Pramudya/Yeremia lolos ke babak kedua usai menyingkirkan perlawanan wakil Jepang, Ayato Endo/Yuta Takei, lewat laga ketat
rubber set dengan skor 22-20, 19-21, dan 21-17 dalam tempo 59 menit.
"Besok lawan teman sendiri, siapa yang siap dialah yang akan menang
ya. Kami sudah sering bertemu di pertandingan resmi, latihan bersama juga setiap hari jadi sudah sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing," kata Pramudya.[]