Didominasi Tenis, Pusarla Sindhu Satu-satunya Atlet Bulu Tangkis Putri yang Masuk Daftar Forbes

AKURAT.CO Nama Pusarla Venkata Sindhu sekali lagi masuk dalam daftar atlet wanita dengan bayaran tertinggi di dunia versi Forbes.
Dalam daftar tersebut, petenis Polandia, Iga Swiatek, berada diurutan teratas dengan memperoleh penghasilan sekitar USD23,9 juta (Rp369 miliar) pada tahun 2023.
Dari 20 daftar tersebut, cabang olahraga (cabor) tenis mendominasi dengan 11 atlet, diikuti golf dan sepak bola yang masing-masing memiliki dua atlet.
Sedangkan cabor bulutangkis, bola basket, senam dan menyelam masing-masing mengirimkan satu atlet, sebagaimana dikutip laman Forbes.com, Minggu (24/12/2023).
Tunggal putri asal India itu memang sering masuk dalam daftar Forbes sebagai salah satu wanita dengan penghasilan tertinggi di bidang olahraga.
Pada tahun 2018, Sindhu masuk 10 besar setelah mengumpulkan total USD8,5 juta (Rp131 miliar) untuk menempati peringkat tujuh secara keseluruhan.
Baca Juga: Usaha Gregoria Dihadang Pusarla Sindhu
Tahun lalu Sindhu juga mampu mengumpulkan USD7,1 juta (Rp109 miliar) untuk menempatkannya di peringkat 12 dalam daftar, yang dipimpin oleh bintang tenis asal Jepang, Naomi Osaka.
Sindhu sendiri menjalani musim yang penuh tantangan pada tahun ini, tiga kali tersingkir di babak awal Tur Dunia BWF.
Pada bulan Maret, dia keluar dari peringkat 10 besar, hingga akhirnya merosot sampai peringkat 17 dunia pada bulan Juli. Peringkat terendahnya dalam satu dekade.
Pencapaian penting pertamanya di musim ini adalah ketika mampu keluar sebagai runner-up di Spanyol Masters usai ditaklukkan Gregoria Mariska Tunjung di final.
Tetapi setelah melewati masa-masa sulit berkepanjangan yang disebabkan cedera, Shindu akhirnya mampu membalikkan keadaan di Arktik Terbuka dengan melangkah ke semifinal.
Penampilannya ini juga mampu membantunya menaikkan peringkat, di mana saat ini dia berada di ambang menembus kembali ke peringkat 10 besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









