Akurat
Pemprov Sumsel

All England: Lolos ke Final, Anthony Sinisuka Ginting Siap Catatkan Sejarah Baru, Harap Bisa All Indonesian Final dengan Jonatan Christie

Leo Farhan | 17 Maret 2024, 06:46 WIB
All England: Lolos ke Final, Anthony Sinisuka Ginting Siap Catatkan Sejarah Baru, Harap Bisa All Indonesian Final dengan Jonatan Christie
 
AKURAT.CO Anthony Sinisuka Ginting sukses mengamankan tiket final ajang BWF World Tour Super 1000 All England Terbuka 2024.

Ginting menjadi wakil Indonesia pertama yang mampu menembus partai final sektor tunggal putra setelah lebih dari 22 tahun.
 
Baca Juga: All England: 6 Wakil Indonesia di Perempat Final Hari Ini, Anthony Ginting Tantang Axelsen

Tiket final diamankan Ginting usai menyingkirkan wakil Prancis, Christo Popov lewat pertarungan rubber set 19-21, 21-5, 21-11.

Dia juga berharap kompatriotnya, Jonatan Christie, bisa mengamankan tiket partai puncak agar bisa mencatatkan sejarah All Indonesian Final.

"Di final siapa pun lawannya, saya siap, tapi pastinya berharap kita bisa menciptakan all Indonesian final," jelas Ginting dari keterangan resminya.

"Tapi buat Jonatan jangan dulu terlalu fokus ke sana (final) karena masih ada pertandingan yang harus dia jalani hari ini."

Ginting berharap Jojo-sapaan Jonatan- mampu menampilkan permainan terbaik sama seperti penampilan-penampilan di babak sebelumnya.

Jojo harus bisa melewati hadangan wakil India, Lakshya Sen untuk bisa menciptakan All Indonesian Final di ajang Super 1000 kali ini.

Jika mampu menghadirkan All Indonesian Final, Ginting dan Jojo akan mengulang kisah final All England 1994 yang saat itu mempertemukan Hariyanto Arbi dan Ardy Bernardus Wiranata.

Di mana sejak saat itu, belum ada satu pun wakil Indonesia dari sektor tunggal yang mampu merebut gelar kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia ini.

Setelah era Hariyanto Arbi, Indonesia memang mampu mengirim wakil hingga babak final, namun dari tiga partai final yang diikuti hasil maksimal yang mampu diraih wakil Merah-Putih adalah runner up.
 

Taufik Hidayat pernah dua kali menembus partai final, namun selalu kalah. Yaitu pada tahun 1999 dari Peter Gade dan tahun 2000 dari Xia Xuanze.

Setelah Taufik ada Budi Santoso yang berhasil meraih tiket final di tahun 2002. Namun, dia juga hanya mampu meraih tempat kedua setelah takluk dari Chen Hong.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R