Erick Thohir Minta Indonesia tak Puas Dua Emas karena Punya Potensi Lebih di Los Angeles 2028

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, ikut memberikan suara atas pencapaian Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Eks Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu berharap Indonesia tak puas dengan capaian dua emas di Paris.
“Yang saya harapkan juga Indonesia jangan berpuas diri dengan dua emas, padahal potensinya lebih dari dua emas,” kata Erick Thohir di sela penyambutan kepulangan atlet Olimpiade Paris di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa (13/8) sebagaimana dipetik dari Antara.
“Bagaimana persiapan ini sekarang harus segera mungkin supaya nanti pada Los Angeles 2028 kita bisa menambah prestasi yang lebih tinggi lagi.”
Baca Juga: Desak Made Ambil Pelajaran di Olimpiade Paris, Langsung Tatap Los Angeles 2028
Indonesia mencetak sejarah baru di Olimpiade Paris dengan meraih emas pertama dari cabang angkat besi dan panjat tebing.
Yakni melalui Veddriq Leonardo di nomor speed putra panjat tebing dan Rizki Juniansyah di kelas 73 kilogram putra angkat besi.
Sayangnya, bulutangkis yang sejak 1992 menjadi cabang tunggal penghasil emas bagi Indonesia harus puas dengan perunggu saja. Capaian tersebut disumbangkan oleh Gregoria Mariska Tunjung di sektor tunggal putri.
“Di luar ekspektasi terdapat dua cabang olahraga (selain bulutangkis) bisa mempersembahkan perolehan medali emas,” kata Erick Thohir.
Baca Juga: Olimpiade Paris Resmi Ditutup! AS Juara Umum Ungguli China, Indonesia Posisi 39
Meski saat ini fokus pada sepakbola sebagai Ketum PSSI, Erick Thohir sejatinya tidak asing dengan olahraga lain. Selain pernah menjadi Ketum KOI, Erick juga Ketua Penyelenggara Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Sejak 2019 Erick juga tercatat sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pria yang juga menjabat Menteri BUMN ini bahkan hadir dalam pertemuan IOC beberapa hari sebelum pembuka Olimpiade Paris di Paris, Prancis, Juli silam.
“Bukan tidak mungkin ya, kita harus menambah emas lagi ke depannya. Tetapi memang bagaimana stakeholder olahraga Indonesia harus bersatu mempersiapkan jauh-jauh hari,” ucap Erick.
“Karena kalau kita dapat dua medali, begitu penutupan kita sudah bicara persiapan Olimpiade 2028.”
Indonesia mengakhiri Olimpiade Paris di peringkat ke-39 dengan raihan dua emas dan satu perunggu. Paris adalah kali kedua Indonesia meraih dua emas setelah Barcelona 1992.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








