Jepang Terbuka: Disingkirkan Wakil Malaysia, Fajar/Rian Gagal Susul Fikri/Daniel ke Semifinal

AKURAT.CO, Nasib kurang baik kembali harus dialami pasangan ganda putra bulutangkis terbaik Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang gagal melangkah ke babak semifinal Jepang Terbuka 2024.
Duet ganda putra peringkat enam dunia itu takluk dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, lewat pertarungan ketat dengan skor 16-21, 21-10, 16-21 di babak perempat final Jepang Terbuka di Yokohama Arena, Yokohama, Jumat (23/8).
Karena kerap melakukan kesalahan sendiri Fajar/Rian harus gagal mengamankan tiket semifinal Jepang Terbuka. Mereka juga gagal menyusul Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin yang sudah lebih dulu lolos.
Baca Juga: Jepang Terbuka: Fajar/Rian Akui Bermain Buruk, Beruntung Bisa Comeback Atas Wakil Malaysia
"Kami masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Banyak poin untuk lawan dan ini menjadi bumerang bagi kami sendiri. Akhirnya lawan banyak mendapat keuntungan dari kesalahan kami," jelas Fajar usai laga, Jumat (23/8), sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
"Saya kecewa dengan diri sendiri. Setelah ini saya harus introspeksi diri sendiri. Tadi di lapangan saya berteriak karena saking gregetnya untuk menyemangati diri sendiri agar saya bisa bangkit lagi."
"Di gim ketiga lawan makin percaya diri, terutama di permainan bola-bola depannya. Selain itu, dari defend balik serang mereka juga sangat baik hari ini. Beberapa kali seharusnya kami bisa mematikan, malah jadi mati sendiri," kata Rian menambahkan.
Baca Juga: Jepang Terbuka: Fajar/Rian ke Putaran Kedua, Anthony Ginting Mundur di Tengah Laga
Di atas kertas Fajar/Rian sebenarnya lebih di favoritkan atas wakil Malaysia tersebut lantaran memiliki keunggulan 8-1 secara head-to-head.
Pun begitu, Rian menegaskan bahwa dalam setiap pertemuan baru rekor tersebut tidak berpengaruh. Karena setiap pertemuan kondisinya selalu berbeda-beda.
"Dari rekor pertemuan kami memang unggul 8-1. Tetapi setiap bertemu lagi, rekor itu tidak ada pengaruhnya," kata Rian.
"Karena di setiap lapangan dan pertemuan itu kondisinya selalu berbeda-beda. Rekor pertemuan itu tidak selalu menentukan hasil akhirnya kami akan selalu menang."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








