Akurat
Pemprov Sumsel

Isyaratkan Pensiun Akhir Tahun, Hendra Setiawan Optimistis dengan Masa Depan Ganda Putra Indonesia

Leo Farhan | 25 September 2024, 22:34 WIB
Isyaratkan Pensiun Akhir Tahun, Hendra Setiawan Optimistis dengan Masa Depan Ganda Putra Indonesia
 
 
AKURAT.CO, Hendra Setiawan sudah memasuki pengujung kariernya. Pebulutangkis ganda putra pasangan Mohammad Ahsan itu bahkan sempat menyinggung bahwa tahun ini adalah musim terakhirnya sebagai pemain.
 
"Saya sih inginnya sampai November dulu, habisin turnamen. Kan China Masters terakhir, habis itu baru mikir ke depannya gimana," kata Hendra saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (25/9).
 
Pebulutangkis berusia 40 tahun itu juga mengatakan bahwa dia masih akan tampil di tiga sampai empat turnamen terakhir. Dua di antaranya tampil di Finlandia dan Denmark.
 
 
Selain itu, Hendra menyebut walau ia pensiun sektor ganda putra Indonesia dipastikan tetap bakal mempunyai andalan.
 
Pemilik emas Olimpiade Beijing 2008 ini mengatakan bahwa dua pasangan ganda putra anyar, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, punya prospek yang bagus.
 
"Mereka punya kelebihan masing-masing. Fikri/Danjel mungkin lebih ke speed, kalau Leo/Bagas lebih ke penempatan bolanya itu bagus," kata Hendra menerangkan.
 
Dengan empat pasangan ganda utama yang dimiliki Indonesia saat ini, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Yeremia Rambutan/Rahmat Hidayat, Hendra mengatakan komposisinya sudah sangat tepat.
 
Pemilik dua medali emas Asian Games ini juga berharap PP PBSI mulai sering mengirimkan ganda putra pratama untuk mengikuti ajang-ajang internasional. Tujuannya agar mereka bisa mendapatkan jam terbang.
 
 
"Kalau dibatasin (ikut) beberapa turnamen ya enggak naik-naik. Jadi kirim saja mau kalah-menang. Dulu saya juga seperti itu, sering kalah juga, cuma dari situ kan bisa belajar, bisa tahu permainan negara lain gimana," terangnya.
 
Hendra menganggap pasangan ganda putra pratama sudah bisa mengimbangi permainan ganda-ganda utama saat latihan. Namun, jika itu tidak bisa ditunjukkan pada pertandingan resmi akan sangat percuma.
 
"Nah, mungkin kurang pengalaman bisa. Ya kalau lawan kita (teman sendiri) kan udah biasa sehari-hari. Tapi, kalau lawan orang lain kan beda lagi," jelas Hendra.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H