AKURAT.CO - Atlet para bulutangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila, sukses merebut medali emas di kelas elite SL4 Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 usai mengalahkan Khalimatus Sadiyah.
Peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 itu berhasil menyingkirkan lawannya yang merupakan wakil Jawa Timur dengan straight set (21-15, 21-14) di final Peparnas 2024 Edutorium UMS, Solo, Sabtu (12/10).
Leani Ratri Oktila mengaku cukup rileks menghadapi laga puncak Peparnas 2024 antaran dia cukup sering bertemu Khalimatus di ajang-ajang resmi.
Selain itu, kemenangan di Solo sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Ratri Leani Oktila atas Khalimatus.
"Final kali ini memang lebih rileks, karena saya sudah sangat sering bertemu Khalimatus, baik di pertandingan maupun latihan. Jadi sudah sangat mengenal," kata Ratri usai laga lewat keterangan resminya.
Walau laga final kali ini masih mempertemukan paralimpian, namun atlet yang mewakili provinsi Riau itu melihat pesta olahraga disabilitas tertinggi di Tanah Air ini menyajikan persaingan yang lebih sehat dan regenerasi.
Dia menilai kekuatan cabang olahraga para bulutangkis di setiap daerah sudah jauh meningkat dan lebih baik. Dia bahkan melihat ada bibit-bibit baru yang berpotensi bersinar di masa mendatang.
Seperti laga semifinal yang dilakoninya saat melawan atlet DKI Jakarta, Rezky Shafi Fauziah. Menurutnya, atlet berusia 14 tahun itu punya potensi besar di kelas SL4.
"Saya lihat lebih sehat persaingannya dari event sebelumnya di Papua. Banyak pula muncul pemain-pemain baru berbakat, terutama di SH6 dan SL3," jelas Ratri.
"Ada beberapa pemain muda potensial, salah satunya Rezky. Dia masih sangat muda, hanya masalah waktu saja."
Hal senada disampaikan Technical Delegate Para Bulutangkis Peparnas XVII Solo 2024, Jarot Hernowo, yang menurutnya banyak bermunculan bibit-bibit baru, khususnya di nomor tunggal.
"Permainannya sengit. Beberapa pemain junior juga tampil alot melawan seniornya," jelas Jarot.