Akurat
Pemprov Sumsel

Kontak Telepon dari Rexy Mainaky Telah Mendorong Kenneth Jonassen Berpetualang ke Malaysia

Leo Farhan | 29 November 2024, 19:45 WIB
Kontak Telepon dari Rexy Mainaky Telah Mendorong Kenneth Jonassen Berpetualang ke Malaysia

AKURAT.CO, Tidak banyak pertimbangan bagi Kenneth Jonassen untuk bergabung dengan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) usai mendapat panggilan telepon dari Direktur Kepelatihan BAM, Rexy Mainaky.

Percakapannya dengan Rexy Mainaky pada akhir September lalu membawa Kenneth Jonassen hijrah dari Eropa menuju Malaysia setelah berkecimpung dalam dunia kepelatihan bulutangkis Denmark selama kurang lebih 13 tahun.

Dengan kata-kata meyakinkan dari Rexy Mainaky, Kenneth Jonassen memutuskan untuk bergabung dengan BAM untuk menjadi pelatih kepala sektor tunggal Malaysia. Di mana salah satu misinya adalah mengangkat standar pemain tunggal putri Malaysia.

Baca Juga: Batal Rekrut Mulyo Handoyo, Malaysia Pilih Kenneth Jonassen untuk Pelatih Sektor Tunggal

"Satu panggilan telepon dari Rexy memulai segalanya dan saya menyadari bahwa mungkin inilah saatnya saya membutuhkan tantangan baru," kata Jonassen sebagaimana dikutip dari New Straits Times.

"Salah satu tantangan menarik bagi saya di sini adalah menanamkan keyakinan dan harapan bahwa pemain tunggal putri Malaysia mampu mencapai level tertinggi dan menjadi kompetitif."

Pelatih papan atas kebanyakan menghindar dari sektor tunggal putri karena dianggap tidak glamor. Tetapi, Jonassen telah memberi dampak selama menjalankan tugasnya sebagai pelatih kepala Denmark.

Di bawah asuhan Jonassen, Line Kjaersfeldt lolos ke Olimpiade Rio 2016 dan Mia Blichfeldt berkompetisi di Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024. Ada juga Line Christopherson yang menjadi runner-up di Kejuaraan Eropa 2021.

Baca Juga: Rexy Mainaky Sebut Mulyo Handoyo Kandidat Pengganti Hendrawan di Pelatnas Malaysia

Prioritas Jonassen sementara ini adalah membantu pemain tunggal putra Malaysia meraih medali emas Olimpiade Los Angeles 2028. Dia juga berjanji akan melakukan segalanya untuk meningkatkan level pemain tunggal putri muda dan belum berpengalaman.

"Dibandingkan dengan tunggal putra, hasil yang mereka peroleh tidak selevel. Pertama, kita harus melihat apakah para pemain putri mampu mengikuti latihan sehari-hari," terang Jonassen.

"Intensitasnya mungkin bervariasi, tetapi hasrat dalam diri para pemain putri akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan mereka. Saya memahami bahwa banyak pemain muda. Mereka memiliki masa depan cerah, tetapi tentu saja butuh waktu."

Jonassen menjelaskan bahwa dirinya tidak melakukan banyak pekerjaan di lapangan untuk sektor tunggal putri. Tetapi ia terlibat dalam banyak pembicaraan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan moral pemain selama menjabat sebagai pelatih Denmark.

"Mereka itu memulai karier di tim Denmark di usia yang relatif muda dan situasinya serupa di sini. Kami harus memberi tahu mereka bahwa kami percaya pada mereka dan memberi mereka kesempatan," kata Jonassen.

"Salah satu tujuannya adalah membuat mereka bersaing dengan pemain-pemain top karena setiap orang perlu bermain di level tertinggi untuk memahami mengapa penting untuk bekerja keras."

Jonassen mengakui kesenjangan di sektor tunggal putri Malaysia masih sangat jauh. Tetapi dia tetap akan berusaha untuk mendorong para pemain ini untuk terus bekerja keras untuk terus manu secara fisik dan mental agar dapat bersaing secara bertahap.

Tunggal putri Malaysia saat ini diperkuat oleh K Letshanaa (peringkat 55), Siti Zulaikha Azmi (peringkat 127), dan Oo Shan Zi (peringkat 222).

Sementara pemain muda seperti Ong Xin Yee dan Dania Sofea Zaid bisa dipertimbangkan Jonassen untuk memperkuat skuad putri Malaysia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H