Kritik Keras, Mulyo Handoyo Sebut Chico Aura Dwi Wardoyo seperti Pemain tak Berpengalaman

AKURAT.CO, Koordinator Kepelatihan Pelatnas PBSI, Mulyo Handoyo, bicara secara terbuka tentang kelemahan salah satu pebulutangkis tunggal putra senior di kamp latihan Cipayung, Chico Aura Dwi Wardoyo.
“Banyak sekali kelemahannya atau kekurangannya Chico, terutama sebagai seorang pemain kan mestinya harus punya pengalaman,” kata Mulyo Handoyo di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/2), sebagaimana dipetik dari Antara.
“Apalagi dia di sini (Pelatnas PBSI) sudah tujuh sampai delapan tahun dan pernah bermain di Super 1000.”
Baca Juga: China Masters: Lewati Putaran Pertama, Chico Siap Tantang Shi Yu Qi di Laga Kedua
Kritik ini disampaikan Mulyo Handoyo merujuk pada penampilan Chico Aura Dwi Wardoyo di Indonesia Masters 2025, Januari silam. Ketika itu, Chico tersingkir di putaran pertama dikalahkan wakil Jepang, Kenta Nishimoto, dua set langsung.
“Kalau saya lihat kemarin itu seperti seorang pemain yang tidak punya pengalaman. Atau pemain yang ibaratnya baru masuk, atau pemain junior lah,” kata Mulyo.
Chico adalah runner-up Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2016 yang membuatnya dianggap sebagai potensi masa depan. Namun, setelah bertahun-tahun di Pelatnas PBSI, Chico belum menunjukkan kapasitas yang diharapkan.
Pemain kelahiran Jayapura, Papua, 15 Juni 1998, tersebut sempat naik ke permukaan ketika menjadi juara Malaysia Masters 2022 dan Taipei Terbuka 2023.
Baca Juga: Tunggal Putra Indonesia Belum Raih Gelar Tahun Ini, Mulyo Handoyo Soroti Fisik dan Taktik
Ia juga menjadi runner-up Indonesia Masters 2023 di mana ia dikalahkan Jonatan Christie di final.
Mulyo menyebut bahwa ia sudah berbicara secara langsung dengan Chico soal situasi yang memengaruhi penampilan sang pebulutangkis. Namun, Mulyo menolak untuk menjelaskan rinci isi pembicaraannya dengan Chico.
“Ya kalau saya lihat sih ada masalah. Cuma saya enggak bisa ngomong secara khusus. Saya enggak bisa menyampaikan,” ucap Mulyo.
Tindakan Mulyo mengkritik Chico secara terbuka mengisyaratkan teguran keras terhadap sang pebulutangkis. Apalagi ia adalah pelatih sektor tunggal putra kelas atas yang pernah membawa Taufik Hidayat menjuarai Olimpiade Athena 2004.
Chico saat ini berada di peringkat ke-32 dunia dengan peringkat ke-15 sebagai ranking terbaiknya. Belum diketahui apakah pemain yang membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 itu akan diturunkan di All England pada Maret mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









