Akurat
Pemprov Sumsel

Indonesia Terbuka: Putri Kusuma Wardani Targetkan Podium, Ingin Konsisten seperti di Piala Sudirman

Leo Farhan | 7 Mei 2025, 23:09 WIB
Indonesia Terbuka: Putri Kusuma Wardani Targetkan Podium, Ingin Konsisten seperti di Piala Sudirman
 

AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menatap gelaran BWF World Tour Super 1000 Indonesia Terbuka 2025 dengan penuh ambisi.

Turnamen yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3–8 Juni 2025, ini menjadi momentum penting bagi Putri Kusuma Wardani untuk membuktikan kapasitasnya di level dunia.

Atlet tunggal putri peringkat sebelasdunia itu menegaskan target ambisius untuk bisa naik ke atas podium.
 
Namun, Putri Kusuma Wardani tidak menampik tantangan besar yang bakal dia hadapi dari dominasi pemain-pemain papan atas dunia.
 
Baca Juga: Piala Sudirman: Sukses Balas Dendam atas Kunlavut, Jonatan Christie Termotivasi Kemenangan Putri

"Saya inginnya bisa naik podium. Cuma ya kita lihat dulu ini level 1000, dan pemainnya juga bukan yang di bawah," kata Putri saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (7/5).

"Jadi penginnya bisa konsisten dengan permainan saya (seperti) di (Piala) Sudirman dan pertandingan sebelumnya. Saya percaya kalo bisa bermain seperti itu, hasilnya akan mengikuti."

Pebulutangkis berusia 22 tahun itu juga menaruh perhatian khusus terhadap kekuatan pemain-pemain asal Tiongkok yang menurutnya bakal menjadi ancaman serius di Indonesia Terbuka 2025 nanti.

Penampilan impresif Putri di ajang Piala Sudirman 2025 lalu menarik perhatian. Terutama soal daya tahan fisiknya yang terlihat jauh lebih unggul dibanding lawan-lawannya.

Meski demikian, Putri menyebut persiapannya saat itu tidak terlalu berat dari sisi fisik. Namun lebih ke aspek psikologis dan pengelolaan emosi.
 
Baca Juga: Piala Sudirman: Kalah 2-3 Atas Korea Selatan di Semifinal, Indonesia Kembali Puasa Gelar

"Persiapannya sebenarnya tak terlalu banyak, tapi memang menjaga mood dan pikiran," kata Putri.

"Karena tim event juga lumayan pressure-nya ya. Karena kalau dia kalah, timnya juga kalah. Jadi lebih menjaga itu."

Meski tak secara rutin berkonsultasi dengan psikiater, ia tetap memanfaatkan kehadiran psikolog di pelatnas PBSI saat dibutuhkan.

Selain itu, evaluasi bersama pelatih juga rutin dilakukan usai pertandingan sebagai bentuk perbaikan berkelanjutan.

"Kalau psikolog paling cuma di sini (PBSI) kadang-kadang. Tapi iya, setelah bermain, evaluasi dengan pelatih," ujar Putri.

Sektor tunggal putri sudah lebih dari 24 tahun belum merasakan gelar juara di kandang sendiri. Terakhir gelar Indonesia Terbuka diraih oleh Ellen Angelina pada 2001.

Hal ini menjadi bahan bakar motivasi tersendiri bagi Putri yang ingin membungkam keraguan publik dan membawa kebanggaan bagi Tanah Air.

"Iya, pengin nunjukin saja ke semua orang. Ya mungkin ada orang yang enggak percaya ke diri saya. Jadi, ya semoga saya bisa menaikkan lagi Indonesia," katanya.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H