AKURAT.CO, Pasangan ganda campuran bulutangkis muda Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, tengah fokus mematangkan persiapan jelang debut mereka di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 di Paris, Prancis, 25-31 Agustus.
Dengan waktu sekitar sebulan tersisa sebelum turnamen dimulai, keduanya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tampil di panggung tertinggi bulutangkis dunia tersebut.
Menurut Felisha, saat ini program latihan difokuskan untuk memperbaiki konsistensi performa dari awal hingga akhir sesi latihan. Ia menyebut, kestabilan dan fokus menjadi kunci utama untuk bisa bersaing di level dunia.
"Sekarang kami latihan 3-4 jam setiap hari dan berusaha dari awal sampai akhir tetap stabil. Fokusnya adalah bagaimana bisa tampil bagus tanpa naik turun," ujar Felisha saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (31/7).
"Latihannya memang lebih berat dari pertandingan, jadi kalau bisa konsisten saat latihan, pasti saat kompetisi juga bisa."
Kejuaraan Dunia 2025 akan menjadi laga debut bagi Jafar/Felisha. Meski begitu, keduanya tidak gentar menghadapi status turnamen yang sarat gengsi ini.
Felisha menegaskan bahwa mereka akan menghadapi laga demi laga dengan mentalitas kompetitif yang sama seperti saat tampil di level Super Series.
"Kami akan berusaha siapkan semuanya sebaik mungkin. Apa pun pertandingannya, lawannya ya itu-itu juga. Kalau kami bisa terus improve, ya pasti bisa bersaing," tegasnya.
Felisha bahkan tidak ragu untuk mengungkapkan harapannya di Kejuaraan Dunia kali ini, yakni membawa pulang medali.
"Kalau saya pribadi, targetnya tentu ingin bawa pulang medali," Felisha mengungkapkan.
Soal tekanan mental di Kejuaraan Dunia, Felisha mengaku bahwa nuansa pertandingan pasti akan terasa berbeda.
Namun, ia menekankan pentingnya menjaga mindset agar tidak terjebak dalam beban status turnamen.
"Label Kejuaraan Dunia pasti terasa berbeda. Setiap level turnamen punya tekanan yang beda juga. Jadi tinggal bagaimana kami mempersiapkan mindset, karena pada dasarnya sistem dan lawannya sama. Yang membedakan hanya cara kami menyikapinya," katanya.
Saat disinggung apakah dirinya dan Jafar sudah pantas disebut sebagai bagian dari elite dunia, Felisha memilih untuk merendah. Bagi mereka, hasil dan konsistensi di lapangan lebih penting ketimbang label.
"Kami tidak berani menyebut diri elite atau gimana. Yang penting tiap kali main bisa kasih hasil bagus dan menang. Soal penilaian, biar publik yang menilai," tutup Felisha.
Dengan performa yang terus menanjak dalam beberapa turnamen terakhir dan semangat untuk terus berkembang, pasangan muda ini diharapkan bisa jadi kejutan bagi Merah Putih di Kejuaraan Dunia 2025.