Akurat
Pemprov Sumsel

Juara Makau Terbuka, Alwi Farhan Mulai Tahu Pola Pikir Lawan-lawan Elite

Leo Farhan | 7 Agustus 2025, 16:27 WIB
Juara Makau Terbuka, Alwi Farhan Mulai Tahu Pola Pikir Lawan-lawan Elite
 
AKURAT.CO, Alwi Farhan tampil gemilang di ajang Super 300 dengan menjuarai Makau Terbuka 2025. Gelar ini menjadi pencapaian penting dalam kariernya sekaligus bukti bahwa regenerasi sektor tunggal putra bulutangkis Indonesia berada di jalur yang tepat.
 
Bukan cuma itu, gelar juara di Macao East Asian Games Dome itu ternyata juga menjadi salah satu target pribadi yang sudah ditetapkan Alwi Farhan sejak awal tahun.
 
"Alhamdulillah, pastinya sangat bersyukur dan bangga kepada diri sendiri. Tapi, ini bukan cuma kemenangan saya, tapi juga untuk sektor tunggal putra, untuk PBSI, untuk Indonesia, dan untuk pelatih saya, Koh Indra (Wijaya)," ujar Alwi Farhan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (6/8).
 
 
"Ini memang salah satu goals saya tahun ini. Bisa juara Super 300, terutama di Makau, jadi motivasi besar buat saya ke depannya."
 
Dalam perjalanannya menuju podium juara, Alwi mengakui seluruh lawan memberikan tantangan berat. Namun, satu nama yang menurutnya paling sulit ditaklukkan adalah Mohammad Zaki Ubaidilah yang sudah cukup sering menjadi partner latihannya di Pelatnas PBSI.
 
"Karena kita sering latihan bareng, ya Ubed (sapaan Ubaidillah) yang paling susah. Bukan karena skill-nya saja, tapi karena dia tahu ukuran permainan saya, jadi pertandingan lebih menantang," ucapnya.

Belajar dari Pemain Top Dunia Kunci Kematangan Alwi Farhan

Selain itu, pencapaiannya di Makau tidak lepas dari pengalaman bertanding melawan pemain-pemain top dunia di turnamen-turnamen sebelumnya.
 
Alwi menyebut pertemuan dengan pemain elite seperti Kunlavut Vitidsarn, Alex Lanier, dan Lee Chia Hao telah memberinya banyak pelajaran penting.
 
Kini ia sudah mulai mengetahui kelebihan dan kekurangan lawan. Dari situ dia mulai belajar dan mengetahui pola pikir dan permainan pemain elite. 
 
 
"Ketika main, saya sudah mulai tahu kelebihan dan kekurangan lawan. Dari situ saya bisa belajar dan tahu pola pikir pemain ranking atas itu seperti apa. Setiap pemain punya karakteristik dan pendekatan yang berbeda," jelasnya.
 
Alwi mengungkap bahwa salah satu faktor utama kesuksesannya di Makau adalah keberhasilan dalam mengelola emosi. Pelatihnya, Indra Wijaya, terus mengingatkan agar ambisi besar yang ia miliki tidak berubah menjadi tekanan berlebih.
 
"Koh Indra sering kasih catatan ke saya. Saya orangnya ambisius, tapi kadang ambisi itu bisa over. Jadi memang kontrol emosi harus dijaga. Alhamdulillah, saya bisa mengatasinya kemarin di Makau," tuturnya.
 
Ketika disinggung apakah sudah merasa menjadi bagian dari atlet elite dunia, Alwi merespons dengan nada merendah. Ia memilih untuk tetap fokus pada setiap pertandingan tanpa terlalu melihat ranking lawan.
 
"Saya rasa semua pemain punya kans yang sama untuk menang, baik itu peringkat di atas atau di bawah. Yang penting saya berusaha maksimal dan kasih yang terbaik di setiap kesempatan," katanya.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H