Setelah 2,5 Tahun, Sentuhan Nova Widianto Akhirnya Lahirkan Juara Dunia untuk Malaysia
Leo Farhan | 1 September 2025, 18:10 WIB

AKURAT.CO, Nama Nova Widianto kembali harum di pentas bulutangkis dunia dengan membawa pasangan ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, merebut gelar juara dunia perdana bagi Negeri Jiran di sektor ganda campuran.
Berlaga di Adidas Arena, Paris, Prancis, Minggu (31/8), pasangan peringkat empat dunia itu tampil solid untuk menundukkan ganda Tiongkok, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14.
Kemenangan ini sekaligus menjadi sejarah karena Malaysia untuk pertama kalinya mampu meraih gelar juara dunia ganda campuran sejak Kejuaraan Dunia Bulutangkis digelar pada 1977.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Nova Widianto Targetkan Emas Bagi Pasangan Malaysia, Perak Dianggap Kalah
Nova Widianto yang sejak Januari 2023 dipercaya menjadi pelatih kepala ganda campuran Pelatnas Malaysia mengaku puas dengan hasil kerja keras anak asuhnya.
"Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa Tang Jie/Ee Wei memang layak berada di level teratas. Mereka sudah membuat sejarah sebagai pasangan pertama Malaysia yang juara dunia di ganda campuran," ujar Nova Widianto.
Kunci keberhasilan pasangan ini, kata Nova, terletak pada perubahan pola pikir. Sebelumnya Chen/Toh bahkan sempat berpisah lima bulan akibat persoalan pribadi sebelum dipertemukan kembali berkat bujukan Nova pada Mei lalu.
"Saya selalu mengingatkan mereka, kalau tidak bisa mengendalikan emosi dan memperbaiki komunikasi, performa mereka akan stagnan. Tapi jika bisa berubah, mereka punya kualitas untuk jadi juara dunia. Syukurlah, perubahan itu benar-benar terjadi di Paris," jelasnya.
Baca Juga: Nova Widianto Sebut Malaysia Sulit Ciptakan Pasangan Ganda Campuran karena Minus Pemain Putri
Bagi Nova, gelar ini punya makna khusus. Ia mendampingi pasangan ini sejak awal terbentuk, membangun dari nol hingga mencapai podium tertinggi dunia. Meski demikian, ia menegaskan pencapaian ini bukan akhir.
"Sebagai pelatih tentu saya senang, tapi harapan saya mereka bisa tetap konsisten dan semakin solid, supaya saya tidak harus terus berperan sebagai ‘Mr. Fix It’ dalam pasangan ini," katanya sambil tersenyum.
Nova sendiri bukan orang baru di level elite. Sebelum ke Malaysia, ia pernah menjadi asisten pelatih Richard Mainaky di Pelatnas Indonesia (2011–2021) dan ikut mengantarkan kesuksesan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih emas Olimpiade Rio 2016 serta beberapa gelar dunia.
Ia juga sempat menjabat kepala pelatih ganda campuran Indonesia pada 2021 meski tanpa hasil mencolok sebelum akhirnya pindah ke Malaysia.
Dengan gelar bersejarah ini, Nova semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pelatih tersukses di dunia sekaligus membuktikan kualitasnya dalam membentuk pasangan juara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









