AKURAT.CO, Pelatih Kepala Sektor Ganda Campuran Pelatnas Bulutangkis Malaysia, Nova Widianto, menegaskan bahwa gelar juara dunia yang diraih anak asuhnya, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, bisa menjadi langkah awal untuk memangkas jarak dengan raksasa bulutangkis dunia, Tiongkok.
Nova Arianto mengakui bahwa Tiongkok masih menjadi tolok ukur utama di sektor ganda campuran dunia.
Dominasi Negeri Tirai Bambu terlihat dari kedalaman skuad mereka yang kerap menempatkan tiga hingga empat pasangan di perempat final turnamen besar.
Bahkan saat ini, mereka memiliki tiga pasangan di peringkat sepuluh besar dunia, yakni Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (No 1), Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (No 2), dan Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (No 7).
Namun, Nova Arianto percaya bahwa keberhasilan yang diraih Tang Jie/Ee Wei di Prancis akhir Agustus lalu membuktikan bahwa Malaysia mampu bersaing di level tertinggi.
"Untuk ganda campuran, China masih nomor satu. Kekuatan mereka ada pada kedalaman, terutama dari sektor putri. Tapi, kemenangan ini membuktikan bahwa mereka bukan tak terkalahkan. Dengan kerja keras, kita bisa menantang mereka," ujar Nova dikutip New Straits Times.
Demi membangun fondasi yang lebih kokoh, pelatih asal Indonesia itu menekankan pentingnya melahirkan lebih banyak pasangan berkualitas.
Menurutnya, Malaysia tidak boleh hanya bergantung pada Tang Jie/Ee Wei atau Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin saja.
"Target saya sejak awal adalah mencetak lebih banyak pasangan ganda campuran. Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua kombinasi. Untuk berkembang, sektor ini harus punya barisan pendukung yang kuat," tegas Nova.
Optimisme Nova juga dipicu oleh para pemain muda yang mulai menunjukkan potensi. Ia mencontohkan keberhasilan Wee Yee Hern/Chan Wen Tse yang menjuarai Thailand International Series.
Serta Tan Zhi Yang/Nicole Tan yang meraih gelar Malaysia International Challenge bulan lalu.
"Gelar dunia ini baru langkah awal. Saya ingin para pemain percaya pada kemampuan diri sendiri dan yakin bahwa Malaysia bisa menghasilkan lebih banyak pasangan kelas dunia," katanya.