PB Djarum Boyong 2 Gelar Polytron Superliga Junior 2025 di Tengah Minat Klub Mancanegara yang Terus Meningkat
Leo Farhan | 22 September 2025, 15:59 WIB

AKURAT.CO, Polytron Superliga Junior 2025 kembali mencatat sejarah. Selain menjadi panggung bagi klub-klub bulutangkis Indonesia, turnamen beregu ini juga semakin menarik minat klub bulutangkis dari mancanegara.
Sukses penyelenggaraan tahun ini yang berlangsung di GOR Djarum Jati, Kudus, pada 15-21 Septermber 2025 ini menjadi bukti bahwa Kudus telah menjelma sebagai magnet baru bagi perkembangan bulutangkis dunia usia muda.
Tak hanya melahirkan juara baru, ajang ini juga memperlihatkan bagaimana klub-klub dari berbagai benua memanfaatkan turnamen untuk mengukur kemampuan.
Baca Juga: Sebanyak 654 Pebulutangkis Muda Ramaikan Polytron Superliga Junior, Perebutkan Hadiah Rp1,4 Miliar
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan antusiasme peserta dari luar negeri terus meningkat dengan pesat setiap tahunnya.
"Atlet Eropa dan Amerika sangat antusias. Mereka ingin mengukur kekuatan melawan tim-tim Asia yang terkenal unggul secara teknik," kata Yoppy di Kudus, Minggu (21/9)
Menurut Yoppy, sejumlah negara bahkan sudah menyatakan komitmen untuk hadir pada edisi berikutnya.
Vietnam dan Selandia Baru yang batal ikut tahun ini menegaskan akan kembali, sementara Malaysia dan Amerika Serikat berencana menambah kategori usia. China dan Jepang pun disebut siap menurunkan tim U-17 dan U-19.
"Minat dari mancanegara terus bertambah, dan itu bukti turnamen ini mulai diakui sebagai barometer bulutangkis junior dunia," katanya.
Di sektor putra U-15, tim PB Djarum sukses meraih gelar perdana Piala Sigit Budiarto. Keperkasaan mereka dibuktikan dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas PB Taqi Arena.
Tunggal Revan Adrilleo Saputra membuka jalan lewat pertarungan tiga gim, sebelum ganda Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi dan tunggal Adhy Hasmoro memastikan gelar juara di GOR Djarum, Kudus, Minggu (21/9).
Prestasi lain datang dari tim U-19 putra PB Djarum A. Anak asuh Dionysius Hayom Rumbaka mengangkat Piala Liem Swie King setelah menundukkan PB Jaya Raya dalam laga dramatis.
Pertandingan berakhir dengan skor akhir 3-2, dengan tunggal ketiga Yarits Al Kaaf Rengganingtyas tampil sebagai penentu kemenangan.
"PB Jaya Raya sangat sulit dikalahkan, tetapi berkat kerja keras dan dukungan tim kami mampu mempertahankan gelar ini. Saya bangga bisa memberi poin penentuan," ujar Yarits usai pertandingan.
Daya tarik turnamen ini juga diperkuat oleh konsep piala bergilir yang menggunakan nama legenda bulutangkis Indonesia. Mulai dari Piala Sigit Budiarto, Piala Liem Swie King, hingga Piala Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir di kategori U-13, semuanya menjadi sumber motivasi bagi atlet muda.
Tontowi Ahmad menegaskan, piala yang menyandang namanya bukan sekadar simbol, melainkan pengingat sejarah.
"Anak-anak jadi tahu siapa pendahulunya. Semoga mereka bisa termotivasi untuk menjadi juara baru," kata pria yang karib disapa Owi itu.
Hal senada disampaikan Liliyana Natsir yang merasa bangga sekaligus berharap namanya dalam piala tersebut bisa menjadi inspirasi generasi penerus.
Di sektor U-13 putri, PB Champion Klaten mencatatkan sejarah dengan merebut Piala Liliyana Natsir setelah mengalahkan PB Taqi Arena 3-2.
Pasangan Ayunda Zalfa Irmanto/Vanezya Artha Nafasta tampil gemilang di laga penentuan dan menghadirkan kebahagiaan ganda bagi Ayunda yang merayakan ulang tahunnya ke-12 tepat di hari kemenangan.
Dengan meningkatnya kualitas pertandingan dan semakin banyaknya negara yang ingin ikut serta, Polytron Superliga Junior kini tak hanya sekadar ajang nasional, tapi juga sebagai pusat perhatian dunia bulutangkis junior.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









