Akurat
Pemprov Sumsel

All England 2026: Perjuangan Alwi Farhan dan Amri/Nita Terhenti di Perempat Final

Dian Eko Prasetio | 6 Maret 2026, 20:45 WIB
All England 2026: Perjuangan Alwi Farhan dan Amri/Nita Terhenti di Perempat Final
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan (kanan), saat bersalaman dengan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, usai laga babak delapan besar All England 2026 di Birmingham, Inggris, Jumat (6/3/2026). PBSI

AKURAT.CO, Langkah para pejuang muda Indonesia di ajang All England 2026 harus terhenti di babak delapan besar.

Bertanding di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Jumat (6/3), atlet tunggal putra Alwi Farhan dan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus mengakui keunggulan lawannya masing-masing.

Meski gagal melaju ke babak semifinal Turnamen Super 1000 tersebut, performa para debutan ini memberikan sinyal positif bagi masa depan bulutangkis Merah Putih di kancah dunia.

Alwi Farhan: Dijegal Juara Dunia dan Insiden Sepatu Rusak

Sensasi Alwi Farhan di All England akhirnya diredam oleh unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Alwi harus menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 12-21. Alwi mengakui keunggulan Kunlavut yang bermain sangat rapi dan sulit ditembus.

"Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati. Saya mencoba melawan, tapi saya rasa sedikit kalah rapi dari segi pukulan," ujar Alwi dengan ksatria.

Laga ini juga diwarnai insiden kurang beruntung di awal gim kedua saat sepatu Alwi mengalami kerusakan.

Meski sempat mengganggu fokus, jawara dunia junior 2023 ini enggan menjadikannya alasan.

"Memang ada kerugian, tapi tetap saya mengakui kekalahan hari ini dan saya akan kembali lebih kuat," tegasnya.

Walau tersingkir, Alwi tetap mengambil sisi positif dari debutnya di Birmingham.

Keberhasilannya melakukan revans atas Chou Tien Chen di babak sebelumnya menjadi bukti nyata perkembangan hasil latihannya selama ini.

Amri/Nita: Nyaris Tumbangkan Unggulan China

Duel sengit juga tersaji di sektor ganda campuran. Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah nyaris menciptakan kejutan besar sebelum akhirnya takluk dari unggulan keenam asal China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, melalui drama rubber game 17-21, 21-18, dan 15-21.

Amri mengakui hilangnya fokus di poin-poin kritis gim penentuan menjadi celah yang akhirnya mampu dimanfaatkan lawan.

Sementara itu, Nita menyesali kegagalan mereka mengonversi keunggulan di awal gim ketiga menjadi kemenangan.

"Pertandingan berjalan ketat, speed mereka sangat siap. Dibanding pertemuan sebelumnya, hari ini mereka lebih cerdik dan banyak variasi," kata Amri.

"Peluang menang itu ada karena sempat unggul, tapi di poin-poin terakhir banyak melakukan kesalahan sendiri dan salah arah pengembalian," Nita menambahkan.

Meski langkah mereka terhenti, kepercayaan diri Amri/Nita justru meningkat tajam.

Keberhasilan menembus perempat final All England dengan mengalahkan lawan-lawan tangguh di babak awal menjadi modal berharga untuk turnamen selanjutnya.

"Hal positif ini semoga membawa pengaruh ke Swiss Terbuka minggu depan. Kami bisa mengeluarkan semua hal yang dilatih, tinggal diperbaiki untuk lebih rapi," kata Amri.

Dengan hasil ini, skuat Indonesia kini tinggal berharap pada wakil-wakil lainnya yang masih bertanding di perempat final untuk bisa membawa pulang gelar juara dari turnamen paling bergengsi di dunia ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.