Akurat
Pemprov Sumsel

Kejuaraan Bulutangkis Asia: Ganda Campuran Indonesia Habis di 16 Besar 

Dian Eko Prasetio | 9 April 2026, 15:02 WIB
Kejuaraan Bulutangkis Asia: Ganda Campuran Indonesia Habis di 16 Besar 
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, saat tampil di babak 16 besar Kejuaraan Butangkis Asia 2026 di Ningbo, China, Kamis (9/4/2026). PBSI

AKURAT.CO, Indonesia dipastikan tanpa wakil di perempat final sektor ganda campuran ajang Kejuaraan Bulutangkis Asia atau Badminton Asia Championships (BAC) 2026.

Dua wakil terakhir Merah Putih, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, tersingkir di babak 16 besar Kejuaraan BulutangkisAsia yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China, Kamis (9/4).

Hasil ini menjadi catatan merah bagi skuad ganda campuran untuk segera berbenah menyusul kegagalan mengirimkan wakil ke babak perempat final Kejuaraan Bulutangkis Asia kali ini.

Kekalahan menyakitkan dialami unggulan ketujuh, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Menghadapi pasangan Korea, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, Jafar/Felisha menyerah lewat drama tiga gim dengan skor 21-23, 22-20, dan 10-21.

Felisha bahkan mengaku cukup kecewa dengan pertandingan yang baru mereka lakoni. Terlebih pada gim pertama mereka sudah mencapai game point dengan keunggulan jauh 20-16.

Namun, hilangnya fokus membuat lawan mampu menikung dan merebut gim pembuka.

"Hasilnya sangat jauh dari harapan. Di gim pertama sudah unggul 20-16 tapi tersusul, itu sangat disayangkan. Gim ketiga pun banyak melakukan kesalahan tidak perlu," kata Felisha.

Sementara itu, Jafar menambahkan bahwa kekuatan pertahanan wakil Negeri Gingseng tersebut menjadi salah satu faktor gagalnya mereka mengamankan tiket perempat final di ajang yang setara Super 1000 ini.

"Pertahanan mereka kuat banget. Pemain putrinya punya blok depan dan variasi yang sangat baik. Saya pribadi harus menambah power, apalagi kondisi bola di sini lambat," jelas Jafar.

Di lapangan berbeda, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus mengakui keunggulan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, lewat dua gim langsung dengan skor 10-21 dan 15-21.

Amri menyoroti lambatnya adaptasi dan matangnya kualitas pukulan lawan yang membuat mereka sulit untuk mendapatkan momentum membalikkan keadaan.

"Secara kualitas, pukulan mereka sangat matang. Ketika ada momentum yang kami mau tapi tidak bisa dimanfaatkan, kepercayaan diri kami tidak bisa meningkat lagi. Jadi terus tertekan dan tidak nyaman," kata Amri.

Senada dengan Amri, Nita menyebut lawan hampir tidak memberikan celah sedikit pun untuk ditembus.

Strategi sabar yang diterapkan sang juara bertahan membuat Amri/Nita kesulitan membaca pola permainan.

"Celah mereka sangat kecil sekali. Dari pertahanan atau menyerang, mereka sudah tahu betul arah bola. Kami terlalu lama membaca pola dan masih kalah sabar," tambah Nita.

Gugurnya seluruh wakil ganda campuran di babak 16 besar BAC 2026 menjadi sinyal bagi tim pelatih untuk mengevaluasi aspek fokus dan ketahanan strategi di lapangan.

Adaptasi pola permainan yang dinamis dan ketenangan di momen krusial menjadi pekerjaan rumah utama bagi Jafar/Felisha dan Amri/Nita sebelum menatap kalender turnamen berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.