Indonesia Terbuka: Joaquin Ingin Juara di Debut, Febi Tetap Ingin Main 'Galak'

AKURAT.CO, Dua pebulutangkis muda Indonesia, Febi Setianingrum dari sektor ganda putri dan Nicolaus Joaquin di ganda putra, menegaskan kesiapan mereka untuk tampil agresif pada gelaran Indonesia Terbuka 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 2–7 Juni mendatang.
Febi Setianingrum yang berpasangan dengan Rachel Allessya Rose, mengusung misi pematangan progres permainan. Pasangan ini mulai mencuri perhatian lewat gaya bermain yang menekan, bahkan kerap dijuluki penonton memiliki aura "galak" saat beraksi di atas lapangan.
"Mungkin dari karakter masing-masing memang mau main menekan terus (agresif)," kata Febi Setianingrum saat ditemui di Hotel Kempenski, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Meski identik dengan permainan menyerang, Febi menekankan bahwa mereka tidak tutup mata dengan perubahan pola permainan sepanjang pertandingan. Strategi fleksibel tetap menjadi kunci utama jika pola serangan mereka berhasil diredam oleh lawan.
"Ya tergantung lawannya juga. Kalau misalnya kita tekan tapi tidak dapat poin, kita ubah cara permainan, mungkin kita lebih defense dulu," tambahnya menjelaskan kesiapan taktikal mereka.
Debut Reymond/Joaquin di Panggung Super 1000
Di sisi lain, Indonesia Open 2026 akan menjadi catatan sejarah bagi Nikolaus Joaquin dan pasangannya Raymond Indra. Ajang ini merupakan debut mereka di turnamen level BWF Super 1000.
Tampil di Istora yang dikenal sebagai venue atmosfer bulutangkis paling sakral, Raymond/Joaquin memendam ambisi besar.
"Pastinya saya pengen main sampai selama-lamanya di Istora (hingga babak final). Cuma memang itu tidak mudah karena atlet lain pun maunya juara. Tapi main di rumah sendiri harus memberikan penampilan terbaik," kata Joaquin.
Mengenai kariernya yang melesat cepat ke level atas, Joaquin enggan jemawa. Ia justru melipatgandakan kedisiplinan agar tidak sekadar numpang lewat di kasta tertinggi dunia.
"Kalau bisa cepat kenapa tidak? Cara untuk naik ke atas lagi itu tidak gampang. Jadi harus lebih giat lagi latihannya, lebih disiplin, dan mindset harus ke depan terus, tidak boleh setengah-setengah," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Subagja, memberikan dukungan penuh sekaligus tantangan bagi para pemain muda ini.
Baginya, Indonesia Terbuka 2026 adalah indikator penting untuk mengukur mentalitas atlet saat berhadapan dengan pemain elite dunia.
"Bermain di kandang sendiri harus menjadi motivasi tambahan agar tampil lebih percaya diri. Kami ingin melihat progres dan daya juang atlet kita dalam menghadapi kompetisi di level tertinggi dunia," ujar Ricky.
Status sebagai tuan rumah diharapkan mampu dikonversi menjadi prestasi nyata, bukan sekadar partisipasi demi memberikan kebanggaan bagi publik bulutangkis Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






