Kegagalan di Piala Thomas Mengisyaratkan Indonesia Bukan Lagi Negara Kuat

AKURAT.CO, Kegagalan tragis tim Indonesia melangkah ke babak perempat final Piala Thomas 2026 menyisakan luka mendalam bagi publik pecinta bulutangkis Tanah Air.
Pengamat sekaligus pakar bulutangkis nasional, Broto Happy, menilai hasil memprihatinkan di Horsens, Denmark, tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Melainkan puncak dari gunung es keterpurukan prestasi Indonesia sepanjang tahun ini.
Menurut Broto Happy, kekalahan dari Prancis, negara yang secara tradisi tidak memiliki sejarah kuat di bulutangkis, menjadi bukti sahih bahwa Indonesia kini bukan lagi kekuatan yang disegani di kancah internasional.
Sejarah Kelam Piala Thomas di Tangan Prancis
Indonesia sejatinya memiliki sejarah mentereng dengan koleksi 14 trofi Piala Thomas. Namun, Broto Happy menekankan bahwa predikat tersebut kini seolah tak ada artinya jika melihat realita di lapangan.
Setelah menjadi juara pada 2020 dan finalis dalam dua edisi berikutnya, Indonesia justru membuat "sejarah kelam" dengan tersingkir lebih cepat di fase grup.
“Kita harus prihatin banget. Ternyata kita bukan lagi sebuah negara kuat bulutangkis. Untuk lolos dari fase grup saja kita tidak mampu, dan menyedihkannya kita kalah di tangan tim Prancis,” kata Broto Happy saat dihubungi Akurat.co, Rabu (29/4-2026).
“Saat ini Indonesia mungkin sudah bisa disebut bukan lagi negara yang disegani di panggung bulutangkis dunia. Buktinya kita kalah di beregu.”
Alarm Bahaya Sejak Awal Musim
Broto mengungkapkan bahwa tanda-tanda kejatuhan ini sebenarnya sudah terlihat sejak awal kalender kompetisi 2026 dimulai.
Dari rentetan turnamen di Malaysia, India, hingga Indonesia Masters, skuad Merah Putih minim prestasi. Bahkan di ajang bergengsi seperti All England dan Kejuaraan Asia, wakil Indonesia gagal total.
“Sebenarnya dari awal tahun trennya sudah kelihatan. Di All England, jangankan juara, menempatkan wakil di final pun tidak ada. Alarm lampu merah itu sudah terlihat, dan makin kuat lagi ketika berlangsung Kejuaraan Asia yang cuma tembus semifinal,” jelas Broto.
Baginya, turnamen individu seharusnya menjadi modal dan amunisi mental bagi para pemain sebelum terjun ke kejuaraan beregu sekelas Piala Thomas. Namun, karena hasil di turnamen individual "melempem", para pemain berangkat ke Denmark tanpa modal kepercayaan diri yang cukup.
“Gimana mau perang kalau peluru-peluru kita itu melempem? Lain kalau kita menang di turnamen sebelumnya, Jojo menang, Alwi menang, Ginting menang. Nah, itu diharapkan jadi modal. Tapi nyatanya hasilnya kosong,” imbuhnya.
PR Besar bagi PBSI
Lebih jauh, Broto menyoroti bagaimana kekuatan negara lain kini telah menyalip Indonesia. Perlawanan sengit dari Thailand yang berakhir dengan skor tipis 3-2 sudah menjadi sinyal awal bahwa negara yang dulunya dianggap "empuk" oleh Indonesia kini sudah mampu memberikan ancaman serius.
“Kita harus sadar kekuatan kita sudah kalah disalip negara lain. Lawan Thailand saja kita kesulitan, padahal selama ini Thailand itu istilahnya empuk bagi kita. Sekarang, prestasi kita sudah tidak disegani lagi,” kata Broto.
Menutup evaluasinya, Broto mendesak PP PBSI untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh. Kegagalan di Piala Thomas harus menjadi pekerjaan rumah (PR) besar untuk membangkitkan kembali kejayaan bulutangkis Indonesia di sisa turnamen tahun ini, termasuk ajang Indonesia Terbuka yang sudah di depan mata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








