Piala Thomas & Uber: Regenerasi Indonesia Bermasalah, Alarm Sebelum Makin 'Karam'

AKURAT.CO, Kegagalan memalukan tim Indonesia yang terhenti di fase grup Piala Thomas 2026 menjadi sinyalemen kuat adanya hambatan besar dalam tubuh bulu tangkis nasional.
Pengamat sekaligus pakar bulutangkis nasional, Broto Happy, menyoroti masalah regenerasi dan memberikan rekomendasi untuk PBSI agar segera merombak pola pembinaan pemain muda sebelum prestasi Indonesia benar-benar karam.
Menurut Broto Happy, dalih bahwa regenerasi sudah berjalan dengan baik terpatahkan oleh realita di lapangan.
Kesenjangan kualitas dan kuantitas pemain pelapis dibandingkan era kejayaan tahun 1990-an kini menjadi jurang pemisah yang sangat lebar.
Jumlah Pemain Pelapis Sangat Minim
Broto Happy mengkritik keras keterbatasan jumlah pemain muda yang siap menerima tongkat estafet dari para senior.
Jika dibandingkan dengan era Hariyanto Arbi hingga Alan Budikusuma, stok pemain Indonesia saat ini dinilai sangat tipis dan tidak kompetitif.
"Regenerasi itu harusnya seperti piramida. Di atas sedikit, bawahnya makin banyak. Sekarang kenyatannya tidak, jumlah pemain yang siap menerima tongkat estafet sangat terbatas," kata Broto Happy saat dihubungi Akurat.co, Rabu (29/4/2026).
"Di tunggal putra cuma ada Alwi (Farhan) dan Ubed (Moh Zaki Ubaidillah). Di bawahnya lagi siapa? Hanya ada Richie Duta."
Ia menambahkan bahwa di sektor ganda maupun putri pun kondisinya serupa. Jika PBSI mengklaim regenerasi berjalan baik, hal itu tidak tercermin dari prestasi di turnamen besar.
"Kalau disebut regenerasi sudah berjalan baik, saya kira tidak. Buktinya ya itu, jumlahnya minim banget," tegasnya.
Menghadapi situasi ini, Broto menyebut bahwa Indonesia tidak bisa lagi terus-menerus menggantungkan harapan pada sosok senior seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, atau Fajar Alfian yang mulai memasuki fase senior dalam karier mereka.
"Mau tidak mau PBSI harus mempercepat proses regenerasi pemain. Ciptakan pemain-pemain muda dengan harapan dalam satu tahun ini mereka bisa cepat matang. Harus kerja keras dan latihan lebih keras lagi," kata Broto.
Bagi Broto, menciptakan iklim kompetisi di dalam pelatnas sangat krusial. Indonesia butuh setidaknya lima hingga enam pemain di tiap sektor yang memiliki kualitas setara untuk bisa bersaing di level dunia, seperti saat Indonesia mendominasi sepuluh besar dunia di era 90-an.
Kegagalan di Forum Horsens, Denmark, harus menjadi momentum bagi PBSI untuk tidak lagi "bersembunyi" di balik klaim program yang sukses.
Broto berharap PBSI segera memetakan talenta muda seperti pasangan Nikolaus Joaquin/Raymond Indra atau Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi di ganda putra.
Serta Thalita Ramadhani Wiryawan, Ruzana, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo di sektor putri agar segera bisa berbicara banyak di level senior.
"Kita harus akui kekuatan kita kalah disalip negara lain. Sekarang saatnya PBSI bekerja lebih keras lagi jika ingin bulutangkis Indonesia berjaya kembali. Jangan sampai kita hanya tinggal menikmati sisa-sisa kejayaan masa lalu," kata Broto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








