Akurat Logo

Indonesia Terbuka: Ganda Putra Tumpuan, Fajar/Fikri dan Leo/Daniel Siap 'Meledak' di Istora

Dian Eko Prasetio | 1 Juni 2026, 20:11 WIB
Indonesia Terbuka: Ganda Putra Tumpuan, Fajar/Fikri dan Leo/Daniel Siap 'Meledak' di Istora
Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri, saat berbicara di sesi konferensi pers Indonesia Terbuka 2026 di Jakarta, Senin (1/6/2026). PBSI

AKURAT.CO, Sektor ganda putra Indonesia dipastikan membidik target tertinggi dalam ajang bulutangkis paling bergengsi di Tanah Air, Indonesia Terbuka 2026.

Berbekal modal positif dari rangkaian tur Asia Tenggara, amunisi Merah Putih memiliki peluang besar untuk mengakhiri dahaga gelar juara di turnamen berlevel BWF Super 1000 ini.

Atmosfer magis Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, bakal menjadi pembakar semangat bagi dua motor utama ganda putra saat ini, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan pasangan yang baru saja kembali rujuk, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Keduanya kompak mengusung misi besar mengamankan podium tertinggi di hadapan publik sendiri.

Modal luar biasa dikantongi oleh Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Sukses menembus babak final Singapura Terbuka 2026 pekan lalu meroketkan posisi mereka ke peringkat dua dunia.

Hasil tersebut menjadi suntikan rasa percaya diri yang masif bagi Fikri untuk menatap gelar juara pertama mereka di Istora.

"Dengan hasil kemarin final, walaupun masih runner-up, ya itu membuat saya pribadi menjadi lebih percaya diri lagi bahwa saya dan A'Fajar ternyata bisa bersaing," kata Fikri di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (1/6/2026).

"Semoga ya nanti di Indonesia Open ini kita bisa menampilkan hasil yang lebih baik lagi dari pertandingan sebelumnya. Dan harapannya ya semoga bisa juara."

Menanggapi sorotan publik terkait performanya yang kerap dicap antiklimaks saat sudah menyentuh partai puncak, pebulutangkis berusia 26 tahun ini menegaskan mentalitasnya sama sekali belum runtuh. Ia bertekad menjadikan Istora sebagai panggung pembuktian untuk memecah kebuntuan tersebut.

"Saya sudah beberapa kali final tapi memang gagal, dan ya saya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan kemampuan saya. Tapi saya tidak akan menyerah, akan selalu berusaha terus untuk melewati masa sulit itu. Saya akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan juara pertama saya," tegas Fikri.

Fikri juga memastikan kondisi fisiknya bersama Fajar tetap segar untuk melakoni turnamen beruntun berkat sokongan penuh dari tim support PBSI. Mulai dari latihan rutin yang terjaga sejak di Singapura hingga penanganan intensif dari fisioterapis serta masseur.

Peluang Indonesia meraih gelar semakin terbuka lebar seiring menanjaknya grafik permainan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Meskipun sempat dipisah dan baru kembali dipasangkan, mereka langsung membuktikan taringnya dengan menyabet gelar juara di Thailand Terbuka 2026 beberapa waktu lalu.

Daniel membeberkan bahwa kunci kilat keberhasilan mereka kembali naik podium tertinggi adalah faktor komunikasi dan ikatan emosional (chemistry) yang memang sudah terbangun sejak lama.

"Sebenarnya kemarin juara juga karena kita berdua tuh lebih banyak di komunikasi, terus juga masalah chemistry kita juga sudah tidak terlalu canggung karena sebelumnya sudah lama berpasangan juga," jelas Daniel.

"Terus juga kemarin kami sama-sama punya satu tujuan sih, penginnya jadi juara lagi, dan akhirnya tercapai."

Mengenai kondisi fisiknya yang sempat menurun hingga tumbang di babak pertama Malaysia Masters, Daniel memastikan bahwa kondisinya kini sudah jauh membaik dan siap tempur 100 persen di Istora Senayan.

"Kemarin sih sudah dicek untungnya puji Tuhan aman dan cuma ada sedikit masalah, tapi yang pasti saya tetap berjuang untuk diri saya sendiri dan untuk membanggakan Indonesia ke depannya," tuturnya.

Kembalinya Leo/Daniel ke jalur juara sekaligus memanaskan tensi internal ganda putra Indonesia. Pasalnya, tim pelatih mengonfirmasi bahwa Leo/Daniel dan Fajar/Fikri masuk ke dalam tiga pasangan utama yang diproyeksikan untuk memburu tiket Olimpiade mulai tahun depan.

"Yang pasti persaingan Olimpiade juga terbuka untuk ganda putra dan saya dan Leo harus berjuang untuk mendapatkan tiket Olimpiade," jelas Daniel.

"Pastinya saingan saya di sebelah saya (Fikri) pasti sama-sama berjuang dan kita bersaing secara sehat, dan kita tunjukkan kalau ganda putra Indonesia tuh bisa bersaing di level dunia."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.