Jorge Lorenzo: Gaya Balap Marc Marquez tak Standar, Motor yang Harus Menyesuaikan

AKURAT.CO, Mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, tak setuju dengan anggapan bahwa motor Repsol Honda sulit bersaing karena Dani Pedrosa hengkang dari pabrikan tersebut untuk menjadi pembalap uji coba KTM pada 2018.
Berbicara mengenai hal ini dalam kaitan kesulitan Marc Marquez bersama Repsol Honda beberapa tahun terakhir, Jorge Lorenzo justru bicara soal gaya membalap Marquez yang di luar standar pembalap pada umumnya.
"Tidak, saya kira (kesulitan Honda) adalah kombinasi beberapa hal, di antaranya adalah Marc Marquez punya gaya yang sangat spesial dan khusus yang jauh dari standar pembalap," kata Jorge Lorenzo sebagaimana dipetik dari Crash.
Baca Juga: Jorge Lorenzo Sebut Honda Tak Seburuk Sekarang Jika Pertahankan Dani Pedrosa
"Pembalap umumnya tidak ngerem dengan cara yang brutal, juga tidak membalap dengan cara yang agak brutal seperti Marquez."
Lebih dari itu, Lorenzo bahkan mengatakan bahwa gaya membalap Marc Marquez yang tidak standar itu memaksa motor yang dikendarainya menyesuaikan dengan gaya balapnya.
"Jika Marc adalah orang yang menggerakkan evolusi motor, dia akan membuat motor yang menyesuaikan diri dengannya dengan baik, tetapi itu tak sesuai dengan pembalap standar," kata Lorenzo.
Repsol Honda kehilangan pengaruh sejak Marc Marquez cedera panjang di musim 2020. Kembali membalap di musim 2021, Marquez berkali-kali mengatakan bahwa motor Honda yang dikendarainya tidak cukup untuk bisa bersaing di posisi terdepan.
Baca Juga: Lorenzo Sarankan Marc Marquez Hengkang Jika Motor Honda Tak Membaik
Situasi itu kemudian dipuncaki dengan keputusan Marc Marquez hengkang ke Gresini Racing mulai musim ini. Di Gresini, pembalap dengan julukan Baby Alien itu mengendarai Ducati setelah sebelas musim bersama Honda.
Gerakan Marc Marquez untuk menjajal Ducati bersama Gresini tak lepas dari tren dominan pabrikan asal Italia itu di dua musim terakhir.
Ducati menempatkan pembalap mereka, Fransesco Bagnaia, sebagai juara dunia MotoGP di dua musim terakhir sekaligus tiga pembalap di posisi teratas klasemen akhir musim 2023.
"Memang benar cederanya Marc menyebabkan Honda kehilangan pemimpin di dua setengah tahun terakhir," kata Marquez.
"Dan, di atas semua itu, karena bangkitnya Ducati dengan (bosnya) Gigi Dall'Igna di level ide dan teknologi. Itu benar-benar superior."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







