Michelin Ungkap Tidak Ada Keanehan Pada Ban Bagnaia Saat Gagal Finis pada Sesi Sprint di Sirkuit Red Bull Ring
Leo Farhan | 17 Agustus 2025, 21:59 WIB

AKURAT.CO - Hasil investigasi awal Michelin terkait insiden Francesco Bagnaia pada sesi Sprint MotoGP Austria 2025 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Sabtu (16/8) setempat, tidak menunjukkan adanya kejanggalan.
Bagnaia yang start dari posisi ketiga kehilangan traksi sejak awal, membuat motornya bergeser drastis ke samping. Situasi serupa juga dialami rookie Gresini, Fermin Aldeguer, yang start dari posisi keenam.
Namun, Aldeguer mampu bangkit untuk finis di posisi keenam, sementara Bagnaia harus mengakhiri balapan lebih cepat pada lap kedelapan dari total 14 putaran.
"Sejak lap pemanasan saya sudah merasa grip belakang sangat aneh. Saat start, saya langsung tergelincir cukup parah. Setelah tiga lap, ban belakang benar-benar habis dan motor banyak berguncang di trek lurus,” kata Bagnaia dikutip Crash.net.
"Di tikungan pertama saya bahkan kehilangan rem karena guncangan membuat kampas terbuka. Risikonya terlalu besar, jadi saya memutuskan berhenti."
Padahal, juara bertahan MotoGP itu mengaku datang ke Red Bull Ring dengan ekspektasi tinggi untuk bersaing di podium.
"Saya benar-benar berharap bisa punya kecepatan untuk bertarung, tapi sayangnya tak ada yang berjalan sesuai rencana," tambahnya.
Menanggapi keluhan Bagnaia, Michelin langsung melakukan investigasi bersama Ducati. Piero Taramasso selaku perwakilan Michelin menjelaskan, beberapa rider lain juga mengalami masalah. Namun, Pecco yang lebih parah.
"Pecco mengeluh soal kurangnya grip ban belakang, jadi kami langsung mengecek semua data motor dan ban. Kami akan terus mencari tahu dan segera memberikan jawaban," jelas Taramasso.
Dalam pembaruan resmi yang dirilis Minggu, Michelin menyampaikan tiga poin pentingpenting terkait insiden tersebut.
Pertama, ban yang digunakan Bagnaia diproduksi dua bulan lalu bersamaan dengan ban pembalap lain, menggunakan mesin, material, dan proses yang sama. Tidak ditemukan anomali.
Poin kedua menunjukkan bahwa hasil analisis data bersama tim menunjukkan, khususnya pada empat lap awal, suhu, grip, dan wheel spin ban Bagnaia identik dengan pembalap Ducati lainnya.
Sementara untuk poin terakhir, pihak Michelin akan melakukan analisis lanjutan untuk menemukan penyebab pasti guncangan (oscillation), baik dari sisi motor maupun ban.
Kegagalan pada sesi Sprint Austria sekaligus mengakhiri rekor lima kemenangan beruntun Bagnaia di Red Bull Ring.
Beruntung, pembalap Ducati Lenovo itu kembali menunjukkan performa positif di sesi pemanasan balapan utama, mencatat waktu lap kedua tercepat di belakang Marco Bezzecchi (Aprilia).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









