Piala AETI Aquabike Indonesian Championship Perluas Sport Tourism dan Dongkrak Ekonomi Daerah

AKURAT.CO Gelaran Piala AETI Aquabike Indonesian Championship Final Round 2025 di Pulau Belitung kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi besar dalam jaringan kompetisi aquabike di Asia.
Sebagai olahraga air yang berkembang cepat, kehadiran kompetisi nasional di Belitung membuka peluang Indonesia untuk memperluas jejaring turnamen internasional melalui standarisasi penyelenggaraan, kesiapan venue, dan antusiasme masyarakat yang menjadi kekuatan utama event ini.
Baca Juga: Gempita Belitong & Final Piala AETI Sudah 80 Persen, Belitung Siap Meledak di Akhir Pekan!
Sport Tourism Jadi Sorotan Utama
Dengan karakter geografis Belitung yang ideal bagi olahraga air, kejuaraan ini dinilai sebagai pintu pembuka bagi Indonesia untuk mengembangkan sport tourism berkelanjutan.
Format lomba yang kompetitif, visual venue yang kuat, serta kelas lomba yang beragam memberi kesan positif bagi komunitas aquabike regional. Penyelenggaraan yang naik kelas ini digadang menjadi fondasi agar Belitung dapat bergabung dalam kalender kompetisi Asia pada tahun-tahun berikutnya.
Ketua Umum AETI, Harwendro Aditya Dewanto, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan tahun ini.
“Gempita Belitong menunjukkan bahwa potensi olahraga air di Indonesia luar biasa besar. Dengan dukungan daerah dan antusiasme masyarakat, Indonesia sangat mungkin menjadi tuan rumah lebih banyak kompetisi berskala Asia di masa mendatang. Ini bukan hanya tentang olahraga, tapi tentang memperkenalkan Belitung ke dunia.”
Baca Juga: Hentikan Tambang Timah! Pemerintah Dinilai Gagal Lindungi Rakyat Bangka Belitung
Dampak Ekonomi Mulai Terlihat
Penyelenggaraan Gempita Belitong yang beriringan dengan Final Round Aquabike terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kabupaten Belitung.
Selama 5–7 Desember, tercatat sekitar 30 ribu pengunjung hadir di area Tanjung Tinggi. Kehadiran mereka mendorong peningkatan transaksi UMKM, di mana total omzet diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, menegaskan bahwa event ini memberi dampak positif yang nyata.
“Kami melihat geliat ekonomi masyarakat yang meningkat tajam selama acara berlangsung. UMKM bangkit, hotel penuh, dan wisatawan memadati Belitung. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.”
Rangkaian acara ini juga meningkatkan hunian hotel di sekitar Tanjung Tinggi dan Tanjung Pandan, serta memberikan pengaruh positif pada data penerbangan menuju Bandara H.A.S. Hanandjoeddin yang menunjukkan peningkatan kedatangan wisatawan selama akhir pekan.
Selain itu, lebih dari puluhan tenaga kerja lokal ikut terlibat dalam operasional event, pengelolaan sampah, transportasi, hospitality, hingga unit kesehatan dan keamanan. Hal ini memperlihatkan bagaimana sport tourism mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah secara langsung.
Momentum Branding Pariwisata Belitung
Gempita Belitong tidak hanya menjadi festival pendukung, tetapi juga platform naratif yang mengangkat kekuatan budaya dan identitas pulau. Melalui sajian musik, kuliner, pertunjukan lokal, dan atmosfer geopark yang ikonik, event ini berhasil menunjukkan sisi paling autentik dari Belitung kepada wisatawan.
Kultur lokal yang tampil dalam bentuk tari-tarian, musik tradisi, UMKM, serta interaksi masyarakat memberikan nilai tambah dalam storytelling pariwisata.
Momentum ini membuka peluang perluasan jejaring promosi pariwisata Belitung ke level nasional hingga global, terutama setelah kehadiran kompetisi berskala nasional yang sekaligus menjadi alat branding efektif.
Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Nadi Creative
Kesuksesan penyelenggaraan acara tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah Belitung dan Nadi Creative sebagai penyelenggara. Kedua pihak menunjukkan sinergi yang solid dalam menghadirkan event yang aman, terkelola, dan berdampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Founder Nadi Creative, Neo Robby, menyampaikan bahwa, “Gempita Belitong bukan hanya festival atau kompetisi olahraga air, tetapi bukti bahwa Belitung siap menjadi tuan rumah acara berskala besar. Antusiasme masyarakat, dukungan pemerintah, dan kekuatan budaya lokal membuat event ini berbeda. Kami percaya keberhasilan tahun ini akan membuka gerbang untuk lebih banyak event nasional dan internasional berlangsung di Belitung pada tahun-tahun mendatang.”
Dengan capaian positif ini, Gempita Belitong diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memajukan sport tourism tetapi juga memperkuat posisi Belitung dalam peta pariwisata Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







