Moto3 Spanyol: Lupakan Tragedi di COTA, Veda Ega Pratama Siap Meledak di Jerez

AKURAT.CO, Rider masa depan Indonesia, Veda Ega Pratama, mengusung misi besar saat menatap seri keempat, Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan ini.
Pembalap andalan Honda Team Asia tersebut menegaskan telah melupakan hasil minor di Amerika Serikat dan kini fokus penuh untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium Eropa.
Setelah menjalani jeda kompetisi selama tiga pekan pasca-seri COTA, AS, pada akhir Maret lalu, Veda Ega Pratama mengaku dalam kondisi fisik dan mental yang sangat prima.
Jeda panjang tersebut dimanfaatkan pemuda asal Gunungkidul ini untuk mengevaluasi performa serta mematangkan persiapan menghadapi paruh musim yang kian sengit.
Veda Ega Pratama tak menampik bahwa waktu istirahat yang cukup memberinya ruang untuk melakukan refleksi.
Ia optimistis bisa kembali ke performa terbaiknya seperti saat tampil impresif di awal musim.
"Saya sangat senang bisa kembali balapan setelah tiga minggu ini. Ini adalah periode yang baik untuk mengatur ulang (reset), berlatih, dan mempersiapkan diri untuk bagian selanjutnya dari musim ini," kata Veda Ega Pratama lewat keterangan resmi Honda Team Asia, Jumat (24/4/2026).
Antusiasme Veda menjadi sinyal positif bagi para penggemar otomotif Tanah Air.
Pasalnya, Jerez merupakan sirkuit yang sangat teknikal dan membutuhkan ketenangan mental, sesuatu yang telah ia asah selama masa persiapan di masa jeda.
Misi utama Veda di Jerez adalah memutus rantai hasil buruk yang ia alami di Austin.
Kala itu, Veda yang sedang bersaing di barisan depan harus menelan pil pahit akibat insiden highside di Tikungan 11 pada putaran kelima.
Kecelakaan tersebut membuat motornya tertabrak pembalap lain dan memaksanya gagal finis (DNF).
Insiden tersebut sangat disayangkan mengingat Veda baru saja mencetak sejarah dengan meraih podium ketiga di GP Brasil.
Namun, bagi pembalap bernomor motor 9 ini, jatuh bangun di lintasan adalah bagian dari proses pembelajaran menuju level dunia.
"Setelah apa yang terjadi di Austin, tentu saja saya ingin melupakan kejadian itu dan fokus untuk meraih hasil yang kuat di Jerez," tegas pemenang Asia Talent Cup 2023 tersebut.
Kepercayaan diri Veda sejatinya tetap berada di level tertinggi. Hal ini bukan tanpa alasan, performanya di tiga seri pembuka musim 2026 tergolong sangat kompetitif.
Sebelum kecelakaan di Amerika, Veda sukses finis di posisi kelima di GP Thailand dan naik podium di GP Brasil.
Modal pace atau kecepatan motor yang mumpuni menjadi senjata utama Veda untuk menaklukkan Jerez.
Targetnya kali ini pun jelas, tidak hanya sekadar cepat, tapi juga harus konsisten hingga bendera finis dikibarkan.
"Saya tahu kami memiliki kecepatan yang bagus di balapan terakhir, jadi sekarang targetnya adalah untuk lebih konsisten dan menyelesaikan pekerjaan (meraih hasil maksimal)," pungkas Veda.
Rangkaian Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez akan dimulai dengan sesi latihan bebas pada Jumat (24/4) ini, diikuti sesi Moto2 dan ditutup dengan MotoGP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






