Luis Rubiales harus menjalani masa skorsing dan dilarang melakukan semua aktivitas yang berkaitan dengan sepakbola selama tiga tahun.
Hukuman itu didapatkan Luis Rubiales lantaran melakukan ciuman paksa di bibir kepada salah satu pemain Tim Nasional Putri yang menjuarai Piala Dunia 2023, Jenni Hermoso.
Baca Juga: Jenni Hermoso Gugat Rubiales Lewat Jalur HukumFIFA sebelumnya telah menskors sementara Rubiales selama 90 hari menyusul insiden yang terjadi saat upacara penyerahan medali di Sydney, Australia, Agustus silam.
Otoritas tertinggi sepakbola itu mengatakan bahwa Rubiales telah melanggar kode etik.
"Komite Disiplin FIFA telah melarang Luis Rubiales, mantan presiden Federasi Sepakbola Sepanyol (RFEF), dari semua aktivitas terkait sepakbola di tingkat nasional dan internasional selama tiga tahun," bunyi pernyataan resmi FIFA.
Rubiales sendiri telah diinformasikan terkait keputusan FIFA tersebut dan memiliki waktu sepuluh hari untuk mengajukan banding.
Pria berusia 46 tahun itu mundur sebagai ketua RFEF pada bulan September lalu. Sebelumnya Rubiales melakukan pembelaan bahwa ciuman itu dilakukan atas dasar suka sama suka.
Baca Juga: RFEF Pecat Jorge Vilda, Luis Rubiales Keukeuh Tolak Mundur"Keputusan tersebut masih tergantung pada kemungkinan banding di hadapan Komite Banding FIFA," bunyi pernyataan tersebut lebih jauh.
"FIFA menegaskan kembali komitmen mutlaknya untuk mrnghormati dan melindungi integritas semua orang dan memastikan bahwa aturan dasar perilaku yang layak ditegakkan."
Sebagai informasi, insiden ciuman tersebut berdampak luas di Spanyol. Sekaligus menyebabkan perombakan manajemen di Timnas Putri Spanyol dan memicu demonstrasi oleh kelompok-kelompok feminis.
Bukan cuma Rubiales, pelatih Timnas Putri Spanyol yang mengantarkan mereka merebut gelar Piala Dunia untuk pertamakalinya, Jorge Vilda, juga mengalami nasib yang tidak jauh berbeda.
Vilda yang mendapat dukungan penuh dari Rubiales selama masa kepemimpinannya dipecat dan digantikan oleh seorang pelatih wanita, Montse Tome.
Walaupun Rubiales dan Vilda sudah disingkirkan, para pemain Timnas Putri Spanyol masih sedikit khawatir lantaran metode manajemen tidak berubah cukup cepat.[]