Sosok Dani Suryadi, WNI Asal Soreang yang Jadi Pelatih Como 1907 FC Berhasil Promosi ke Serie A

AKURAT.CO Klub Como 1907 telah meraih sukses dengan promosi ke Serie A Italia setelah bermain imbang 1-1 melawan Cosenza di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (10/5/2024).
Dengan hasil tersebut, Como 1907 mengumpulkan total 73 poin dan menempati peringkat kedua dalam klasemen Serie B Italia, hanya berselisih tiga angka dari juara Serie B, Parma, yang mengumpulkan 76 poin.
Keberhasilan ini memberikan Como 1907 hak promosi ke Serie A bersama dengan Parma, sementara klub-klub peringkat tiga hingga delapan akan memainkan laga playoff untuk memperebutkan satu tiket promosi terakhir.
Di balik prestasi Como 1907 dalam promosi ke Serie A untuk pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir, terdapat dua pelatih asal Indonesia yang turut mengukir kesuksesan tersebut.
Sehubungan dengan itu, simak berikut sosok Dani Suryadi yang berhasil bawa klub Como 1907 promosi ke serie A.
Sosok Dani Suryadi
Dani mulai merasakan keinginannya untuk menjadi seorang pelatih pada tahun 2012 karena cintanya pada sepak bola.
Dukungan terbesar untuk impian tersebut datang dari orang tuanya, terutama ibunya.
Sebagai seorang pria asal Soreang, Bandung, Jawa Barat, Dani mulai mencari informasi seputar kepelatihan dan belajar secara otodidak.
Dia mencari informasi tentang kursus kepelatihan di internet dan menemukan informasi tentang kursus di Inggris.
Tanpa ragu, Dani mendaftar, terutama karena pada saat itu biaya kursusnya gratis dan persyaratan yang harus dipenuhi relatif mudah.
Dani berhasil lolos dan pergi ke Inggris dengan tabungan pribadinya dan restu dari ibunya.
Di Inggris, dia terkadang harus menghemat pengeluarannya atau mencari pekerjaan paruh waktu.
Dani kemudian mendapatkan kesempatan magang selama tiga hingga empat bulan di salah satu klub afiliasi Hull City pada tahun 2016, dan kemudian bergabung dengan salah satu klub afiliasi Leicester City pada tahun yang sama.
Setelah menyelesaikan kursusnya, Dani melakukan "disertasi" di Diklat Persib Bandung untuk mendapatkan lisensinya.
Dia menciptakan program latihan, mendokumentasikannya dan melaporkannya kepada supervisornya untuk dinilai apakah layak mendapatkan lisensi.
Pada tahun 2016, Dani berhasil mendapatkan lisensi UEFA FA Level 2 dan kembali ke Indonesia.
Setelah kembali, Dani sempat melatih beberapa sekolah sepak bola (SSB) sebelum bergabung dengan klub Liga 3, Jakarta United, yang dimiliki oleh Vijaya Fitriyasa.
Setelah Fitriyasa mengakuisisi Persis Solo pada tahun 2019, Dani kemudian bergabung dengan staf kepelatihan Persis Solo sebagai analis.
Namun, setelah saham Persis Solo berpindah ke tangan Kaesang Pangarep, Dani tidak lagi bekerja dengan klub tersebut.
Lalu, pada 2021 Dani dipercaya untuk mengembangkan bakat-bakat muda di Como 1907, tim promosi Serie B yang hingga pada 2024 kini berhasil promosi ke Serie A.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







