Davide Ancelotti Menepis Tuduhan 'Nepo Baby' dengan Menjadi Pemikir Krusial di Waktu Genting

AKURAT.CO, Tak seperti ayahnya, Davide Ancelotti tak punya karier sepakbola yang besar. Namun, sebagai putra, Ancelotti mulai menunjukkan kepantasannya untuk mengikuti jejak ayahnya di level kepelatihan.
Davide Ancelotti, 34 tahun, adalah eks pesepakbola putra Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti. Setelah karier singkatnya sebagai pesepakbola berakhir pada 2009 di klub kasta keempat Italia, Borgomanero, Ancelotti mulai menjajal kepelatihan.
Sulit menghindari tuduhan nepotisme karena Davide Ancelotti mendapatkan kesempatan menjadi asisten di klub yang dilatih ayahnya. Dimulai sebagai pelatih kebugaran di Paris Saint-Germain pada 2012 ketika Ancelotti Senior masih di klub itu.
Baca Juga: Carlo Ancelotti, Takhayul, dan Keringat Dingin di Pekan Menuju Final Liga Champions
Sejak itu sang putra selalu mengikuti ke manapun sang ayah pergi: Bayern Muenchen, Napoli, Everton, dan Real Madrid. Posisinya pun semakin meningkat dari sekadar pelatih di gym menjadi asisten.
Namun demikian, perlahan eks pesepakbola Akademi AC Milan tersebut menunjukkan bahwa ejekan “nepo baby” tak bisa dilemparkan begitu saja karena ia mendapatkan pekerjaan dengan otoritas ayahnya.
Kolumnis BBC, Mina Rzouki, bahkan menulis judul kolomnya “Ancelotti’s Secret Weapon–His Son”. Dalam Bahasa Indonesia, judul artikel yang dimuat pada Selasa (28/5) itu bisa berarti “Senjata Rahasia Ancelotti–Putranya”.
Rzouki mencontohkan peran penting Davide Ancelotti pada leg kedua semifinal Liga Champions 2023-2024 antara Real Madrid dan Bayern Muenchen, 8 Mei silam.
Baca Juga: Thomas Tuchel Merasa Dikhianati Wasit dan Hakim Garis, Carlo Ancelotti tak Setuju
Adalah sang anak yang memberikan jalan keluar ketika sang ayah frustrasi dalam kondisi Madrid tertinggal 0-1 sekaligus terancam tersingkir. “Joselu dai,” kata Ancelotti junior kepada ayahnya.
Dai dalam bahasa Italia berarti “ayo” dan ucapan tersebut diajukan kepada Joselu yang masuk menggantikan Federico Valverde di menit ke-81. Dan terbukti Joselu mencetak dua gol di menit ke-88 dan 90+1 yang membuat Madrid lolos ke final.
Peran-peran seperti itu juga terjadi beberapa kali dalam pertandingan tim yang dikendalikan Carlo Ancelotti.
Eks bek Bayern Muenchen yang pernah dilatih Ancelotti, Javi Martinez, menyebut Davide membantu ayahnya memahami perkembangan sepakbola sebagai orang yang lebih muda.
“Davide melengkapi Carlo dan membantunya memahami evolusi sepakbola. Davide luar biasa: Siap, serius, pribadi yang baik, seperti ayahnya,” kata Martinez.
Sebagai konsekuensinya, Davide Ancelotti kini semakin dekat untuk mendapatkan tim sebagai pelatih kepala. Klub Ligue 1 Prancis, Reims, konon sudah mendekati Ancelotti Jr.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








