Piala Eropa: Kecam 8 Menit Waktu Tambahan, Zlatko Dalic Merasa Kroasia 'Dikecilkan'

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Kroasia, Zlatko Dalic, mengkritik ofisial pertandingan yang memberikan tambahan waktu delapan menit di laga pamungkas Grup B Piala Eropa 2024 antara timnya kontra Italia.
Zlatko Dalic menganggap keputusan pemberian delapan menit waktu tambahan sebagai simbol kekuasaan yang memukul sebuah “negara kecil” yang sedang menghadapi negara besar di turnamen sekelas Piala Eropa.
“Kami memang negara kecil. Tak seorang pun yang memikirkan kami tetapi Anda tidak bisa memberikan delapan menit, itu tidak masuk akal,” kata Zlatko Dalic sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Baca Juga: Klasemen Piala Eropa: Spanyol dan Italia Menang, Bantu Inggris Lolos ke 16 Besar Lebih Dini
“Saya tidak ingin menciptakan gaduh tentang apa yang terjadi karena Kroasia perlu dihormati, diakui, dan dikenal. Sayangnya kami harus membela diri kami sendiri. Saya ingin berterimakasih kepada pemain (saya) atas komitmen dan usaha mereka.”
Dalic cukup beralasan bicara demikian. Pasalnya Kroasia kemungkinan gagal lolos ke babak 16 besar Piala Eropa karena mereka bermain imbang 1-1 kontra Italia melalui gol Mattia Zaccagni di menit ke-90+8 di Leipzig, Jerman, Senin (24/6).
Kroasia sejatinya unggul lebih dulu melalui gol Luka Modric di menit ke-55. Jika bertahan menang 1-0, Kroasia otomatis lolos ke babak 16 besar mendampingi Spanyol sebagai juara Grup B Piala Eropa 2024.
Baca Juga: Tak Mau Seperti Kroasia, Erick Thohir Ingin Regenerasi di Timnas Indonesia Berkelanjutan
Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, memperpanjang pertandingan sampai delapan menit. Zaccagni mencetak gol brilian di menit akhir yang membuat Italia kembali ke posisi kedua klasemen grup B dan mendampingi Spanyol secara otomatis ke 16 besar.
“(Hasil ini) menyakitkan. Akan tetap menyakitkan dan bakal menyakitkan dalam beberapa hari dan bulan ke depan,” kata Dalic.
“Ini tidak mudah, tetapi ketika saya lihat secara umum ada hari-hari di mana itu adalah harinya Anda dan beberapa bukan, sesekali Anda kalah. Itulah sepakbola.”
Senada dengan pelatihnya, Luka Modric mengatakan bahwa fakta pertandingan melawan Italia menunjukkan betapa kejamnya sepakbola. Gelandang Real Madrid itu mengaku sulit menelan kenyataan malam lalu.
“Malam ini (Selasa dini hari WIB) kejam. Sepakbola memberikan Anda senyum tetapi terkadang itu membuat Anda sedih seperti yang terjadi hari ini. Sulit, ketika Anda kalah seperti ini, untuk menggambarkan apa yang Anda rasakan.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








