GBK Harus Ubah Struktur Bangunan untuk Bisa Kelola Rumput seperti Tottenham atau Bernabeu

AKURAT.CO, Direktur Umum Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), Hadi Sulistia, mengatakan bahwa perbaikan rumput Stadion GBK tidak memungkinkan untuk bisa mencapai level stadion internasional di Eropa.
Hadi Sulistia mengambil rujukan Stadion Tottenham Hotspur di London, Inggris, dan Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol. Menurutnya, GBK harus mengubah struktur bangunan untuk bisa mendapatkan pengelolaan rumput seperti dua stadion itu.
“Untuk bisa mencapai level seperti Stadion Tottenham Hotspur atau Santiago Bernabeu, itu tidak memungkinkan karena harus mengubah bangunan fisik dari stadion utama yang sudah menjadi cagar budaya,” kata Hadi Sulistia sebagaimana dipetik dari Antara, Rabu (10/7).
Baca Juga: PSSI: Kami Koordinasi dengan Pengelola GBK, Mereka Janji Bereskan Rumput Stadion
Hadi mengatakan bahwa situasi tersebut membuat GBK mengambil contoh pengelolaan pada stadion internasional yang berada di singapura. Itu pun, kata Hadi, Singapura butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mencapai standar internasional.
“Oleh karena itu, kita mencari referensi dari benchmark yang bisa diaplikasikan ke stadion utama itu Singapura,” kata Hadi.
“Akan tetapi, untuk bisa menjadi seperti Singapura, mereka itu butuh waktu tujuh tahun untuk bisa menyiapkan infrastruktur sehingga bisa seperti sekarang. Alhamdulillah, Singapura sangat kooperatif dengan kita, sehingga mereka memberikan pengalamannya pada kami.”
PPK GBK saat ini sedang memperbaiki secara menyeluruh rumput stadion nasional yang berdiri sejak 1962 itu. Perbaikan ini dipicu oleh buruknya kualitas rumput ketika Tim Nasional Indonesia bermain melawan Filipina di laga terakhir putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Juni silam.
Baca Juga: Ogah Salahkan Kualitas Lapangan, Pelatih Filipina Sebut GBK Bukan San Siro
Rumput Stadion GBK diharapkan sudah berstandar internasional sebelum Timnas Indonesia bermain di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada September mendatang.
Pun demikian, Garuda akan memulai laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, dengan menghadapi Australia, pada 10 September. Pasalnya, GBK digunakan untuk menyambut Paus Fransiskus dari Vatikan.
Skuad asuhan Shin Tae-yong baru bakal kembali ke GBK pada November di mana mereka akan menghadapi Jepang pada 14 November dan Arab Saudi pada 19 November.
“Untuk progress saat ini memang sudah perataan tanah, kami ekspektasi tanggal 21 sudah bisa masuk ditanami rumput. Hingga akhir Juli kita lakukan penumbuhan kekuatan rumputnya,” kata Kepala Divisi Pembangunan dan Pemeliharaan GBK, David Prastyan.
“Sehingga akhir Oktober kita sudah bisa lakukan uji fungsi lapangan dan bisa fit untuk persiapan kualifikasi Piala Dunia 2026 di November.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









