Timnas Inggris Dikalahkan Yunani, Lee Carsley Isyaratkan Ingin Kembali ke Tim U-21

AKURAT.CO, Pelatih Sementara Tim Nasional Inggris, Lee Carsley, mengisyaratkan bahwa ia tidak terlalu “berambisi” untuk mendapatkan jabatan permanen di posisinya saat ini.
Bagaimanapun, kata Lee Carsley, ia adalah pelatih Timnas Inggris U-21 yang diperbantukan ke tim senior sehubungan mundurnya Gareth Southgate pasca Piala Eropa, Juli silam.
Sikap ini dinyatakan Lee Carsley sejalan dengan kekalahan Timnas Inggris atas Yunani di laga ketiga UEFA Nations League 2024-2025.
Baca Juga: UEFA Nations League: Cole Palmer, Ollie Watkins, dan Phil Foden Mundur dari Timnas Inggris
Menjamu Yunani di Stadion Wembley, London, Inggris, Kamis (10/10), Lee Carsley harus menerima timnya tumbang 1-2 sebagai kekalahan pertama sejak ia ditunjuk memimpin Tiga Singa.
“Tugas saya sudah jelas. Saya melakukan tiga kamp (pemusatan latihan lagi), tiga laga sisa dan kemudian semoga saya akan kembali ke U-21,” kata Lee Carsley sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“(Hasil melawan Yunani) hampir tak ada pengaruhnya.”
Salah satu yang disorot dalam kekalahan Inggris atas Yunani adalah “perjudian” Carsley dengan tak memasang penyerang murni. Hal tersebut dilakukannya karena penyerang utama Inggris, Harry Kane, absen akibat cedera.
Alhasil, Carsley memasang formasi 4-4-2 dengan menempatkan Phil Foden dan Jude Bellingham di dua posisi terdepan. Sejumlah pengamat menilai keputusan Carsley menempatkan Jude Bellingham di posisi “false nine” tak berhasil.
Baca Juga: Gareth Southgate Resmi Mundur dari Timnas Inggris Pasca Kekalahan di Final Piala Eropa
“Foden dan Bellingham saling menghalangi,” kata eks kiper Timnas Inggris, Paul Robinson.
“Carsley berusaha memainkan mereka berdua sebagai (pemain nomor) 10. Sistem ini tidak berjalan untuk Inggris.”
Carsley sendiri sejatinya punya peluang untuk mendapatkan posisi sebagai pelatih utama Timnas Inggris. Syaratnya adalah dia harus membawa Inggris mendapatkan hasil meyakinkan.
Sejalan dengan yang dikatakannya, Carsley akan melakukan pembuktian di tiga laga UEFA Nations League tahun ini.
Yakni menghadapi Finlandia pada 13 Oktober, melawan Yunani pada 14 November, serta ditutup dengan jamuan untuk negeri serumpun Republik Irlandia pada 17 November.
“Penting bahwa saya memberikan semua yang saya punya untuk tiga pertandingan berikut,” kata pelatih berusia 50 tahun itu.
“Saya benar-benar gembira dan nyaman dengan komunikasi yang saya lakukan dengan bos saya. Tak ada yang berubah dalam sikap respek tersebut.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









