Liga-Liga Eropa dan Serikat Pemain Resmi Gugat FIFA sehubungan Kalender Pertandingan

AKURAT.CO, Sejumlah liga-liga besar Eropa bersama Serikat Pesepakbola Internasional (FIFPro) akhirnya melayangkan gugatan ke FIFA sehubungan isu kalender pertandingan
Dipimpin oleh Presiden La Liga, Javier Tebas, liga-liga Eropa dan FIFPro menyebut bahwa FIFA telah melakukan penyelewengan aturan dan bertindak dengan sikap anti-kompetisi.
"Kami sudah mengambil sebuah langkah penting untuk mengubah institusi pengelola sepakbola dan kami tak akan membiarkannya begitu saja," kata Javier Tebas sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Baca Juga: Gugatan 10 Tahun Lassana Diarra Menang, FIFA Dinyatakan Langgar Regulasi Uni Eropa
"Ini adalah hari yang menentukan bagi sepakbola di Eropa dan dunia. Catat, karena Anda akan melihat (perubahan) dalam beberapa bulan ke depan."
Pemicu protes ini tak lain perluasan Piala Dunia 2026 menjadi 48 negara dan Piala Dunia Antar Klub yang diikuti 32 peserta mulai tahun depan.
Gugatan ini diajukan secara resmi ke Komisi Eropa pada Senin (14/10). Kini, tergantung pada Komisi Eropa untuk menentukan apakah akan memulai proses hukum kasus ini atau tidak.
Keluhan liga-liga dan serikat pemain menyebut bahwa FIFA melakukan monopoli dalam pengambilan keputusan soal kalender pertandingan.
Baca Juga: Serikat Pesepakbola Mulai Gulirkan Gugatan Hukum terhadap Piala Dunia Antar Klub FIFA
Mereka menyebut FIFA melakulan penyelewengan dominasi dan melanggar aturan kompetisi Eropa Terutama karena FIFA dianggap menolak untuk melibatkan pemain dan liga dengan memprioritaskan kepentingan komersial.
"Pesan yang kami bawa bersama sangat mirip: cukup ya cukup, kami tidak bisa (toleransi) lagi," kata Direktur Hubungan Internasional Liga Primer Inggris, Mathieu Moreuil.
"Kami ada dalam situasi tak ada pilihan. Gugatan hukum adalah satu-satunya pilihan dan itu disayangkan. Kami ingin melindungi sepakbola domestik dan ekosistemnya."
Gugatan ini membuka kemungkinan dibatalkannya Piala Dunia Antar Klub formasi 32 klub tahun depan. Para penggugat juga menyatakan bahwa mereka tak berniat untuk memperkarakan FIFA atau mencari kompensasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







