Akurat
Pemprov Sumsel

Kerjasama dengan BIM, LPDUK Kemenpora Gulirkan Liga Anak Indonesia Season 2

Leo Farhan | 7 Maret 2025, 18:19 WIB
Kerjasama dengan BIM, LPDUK Kemenpora Gulirkan Liga Anak Indonesia Season 2
 
AKURAT.CO Lembaga Pengelolaan Dana Usaha dan Keolahragaan (LPDUK) atau Indonesia Sports Promotion (Inaspro) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi bekerja sama dengan PT. Bola Indonesia Mandiri (BIM) untuk penyelenggaraan Durava Liga Anak Indonesia by Inaspro Season 2.
 
Turnamen sepak bola usia dini ini akan berlangsung dalam dua tahap, yakni Seri Regional pada 10-12 Mei 2025, dan Seri Nasional pada 1-5 Juli 2025, yang akan diselenggarakan di Lapangan Garudayaksa, Kabupaten Bekasi.
 
 
Direktur LPDUK/Inaspro, Ferry Y. Kono, menyebut pihaknya akan mendukung penuh keberlanjutan dan pengembangan untuk kompetisi ini. Apalagi ini untuk ekosistem sepak bola usia dini yang lebih baik ke depannya.
 
"Liga Anak Indonesia adalah langkah penting untuk mencetak pesepak bola unggul yang kelak berkompetisi di level nasional maupun internasional," kata Ferry di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
 
"Liga Anak Indonesia bukan hanya sebuah turnamen, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Kami berharap ajang ini dapat mencetak pesepak bola muda yang siap bersaing di tingkat profesional."
 
Sebelumnya pada edisi pertama, gelaran ini mampu melibatkan 638 Sekolah Sepak bola (SSB) dari 21 regional pada tahun 2024. Durava Liga Anak Indonesia by Inaspro kini menargetkan jumlah peserta yang lebih besar.
 
Tahun ini, rencananya kompetisi ini akan diikuti oleh 1.296 SSB dengan lebih dari 20.000 anak dari 55 regional di seluruh Indonesia. Ajang ini terbuka untuk kategori usia 10, 11, dan 12 tahun.
 
Liga Anak ini juga bakalan mengusung sistem kompetisi yang lebih terstruktur untuk memacu daya saing para peserta. Di seri regional, setiap kategori usia (U-10, U-11, U-12) akan terdiri dari 12 tim, yang akan dibagi dalam dua grup dengan sistem babak grup dan babak gugur.
 
Sedangkan pada Seri Nasional, jumlah tim akan meningkat menjadi 32, dengan pembagian grup yang lebih luas, serta tahapan babak gugur yang lebih ketat.
 
 
Direktur BIM, Doni Setiabudi, memastikan akan terus berkomitmen untuk memastikan kompetisi ini bisa berjalan dengan standar tinggi.
 
"Kami ingin memberikan kesempatan terbaik bagi anak-anak berbakat untuk berkembang di lingkungan yang profesional dan mendukung masa depan sepak bola nasional," kata Doni.
 
Selain sebagai ajang kompetisi, gelaran ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kompetisi di berbagai daerah. LPDUK Kemenpora akan memberikan pelatihan dan menetapkan standar kompetensi bagi operator kompetisi regional untuk memastikan penyelenggaraan yang profesional dan berkelanjutan.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R