Alex Pastoor dan Denny Landzaat Segera ke Indonesia, Dikabarkan Bersama Pelatih Fisik Garuda
Endarti | 12 Maret 2025, 19:51 WIB

AKURAT.CO, Alex Pastoor dan Denny Landzzat, sedang dalam perjalanan menuju Indonesia untuk menyusul pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Asisten Kluivert itu dikabarkan membawa dua tambahan amunisi untuk Timnas Indonesia.
Dua tangan kanan Patrick Kluiver itu membawa Quentin Jakoba dan Jordy Kluitenberg. Siapa keduanya?
Nama Quentin Jakoba memang belakangan sempat ramai disebut bakal bergabung bersama Timnas Indonesia. Dia akan menjadi pelatih fisik skuad Garuda. Namun kabar tersebut sempat dibantah oleh PSSI.
Quentin Jakoba sendiri memang bukan sosok asing bersama Patrick Kluivert. Dia sempat menjadi asisten Patrick Kluivert saat di Timnas Curacao.
Quentin Jakoba lahir di Tilburg, Belanda, pada 19 Desember 1987. Namun, pria berusia 37 tahun itu tertulis berkebangsaan Curacao.
Terakhir ia menjadi pelatih fisik di klub Turki, Adana Demirspor, pada Juli-Desember 2023 ketika masih ditangani Patrick Kluivert.
Sementara Jordy Kluitenberg adalah analis pertandingan asal Belanda yang tercatat masih bekerja di Triestina, klub Serie C atau kasta ketiga Liga Italia.
Baca Juga: Sebelum Pantau Malut United vs Borneo FC, Alex Pastoor dan Denny Landzaat Wisata Sejarah di Ternate
Jordy Kluitenberg lahir pada 12 Oktober 1992 atau masih berusia 32 tahun. Dia berpengalaman menjadi video analis untuk PEC Zwolle Youth pada 2020-2021, PEC Zwolle U-21 pada 2021-2022, SC Heerenveen pada 2022-2023, dan Adana Demirspor pada Juli-Desember 2023.
Patrick Kluivert bersama Denny Landzzat dan Alex Pastoor akan memulai petualangannya di Timnas Indonesia di lanjutan grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Di mana Timnas Indonesia bakal bertandang ke markas Australia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret dan dilanjutkan menjamu Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 25 Maret mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









