Akurat
Pemprov Sumsel

Mulai dari Pelatih Fisik sampai Analis, Ini Deretan Asisten Patrick Kluivert di Timnas Indonesia

Endarti | 13 Maret 2025, 16:41 WIB
Mulai dari Pelatih Fisik sampai Analis, Ini Deretan Asisten Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
 
AKURAT.CO, Komposisi staf kepelatihan Timnas Indonesia di bawah komando Patrick Kluivert perlahan semakin terbentuk. Selepas menggandeng Alex Pastoor dan Denny Landzaat, beberapa staf lainnya sudah mulai terlihat untuk membawa Garuda mendunia.
 
Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tak hanya dibantu dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat, yang bertugas untuk urusan taktik dan strategi. 
 
Di belakang Patrick Kluivert terdapat super team dengan spesialisasi tugas masing-masing yang menjadi tulang punggung untuk membentuk, menjaga kesehatan, serta memastikan kebugaran fisik pemain Timnas Indonesia.
 
 
Tim yang bertugas di belakang layar itu terdiri dari pelatih fisik Quentin Jacoba. Dua orang fisioterapis, yakni Leo Echteld dan Chesley ten Oever. Seorang video analis, Jordy Kluitenberg, dan dua orang team developer yang terdiri dari Bram Verbruggen dan Regi Blinker.

Profil Staf Kepelatihan Patrick Kluivert

Quentin Jacoba
 
Pelatih fisik yang sudah bekerjasama dengan Patrick Kluivert ketika mengisi posisi serupa di Timnas Curacao. Quentin memiliki latar belakang sebagai mantan pemain sepakbola profesional di klub-klub Belanda seperti FC Eindhoven dan Kozakken Boys. Ia juga pernah memperkuat Timnas Curacao dengan sembilan caps antara 2016 dan 2020.
 
Quentin Jacoba bertanggung jawab untuk meningkatkan kebugaran dan performa para pemain. Perannya sangat penting dalam membentuk tim yang lebih kompetitif di tingkat internasional.
 
Dengan pengalaman dan keahliannya, ia diharapkan dapat membawa pendekatan profesional untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia.
 
Leo Echteld 
 
Fisioterapis ternama asal Belanda yang memiliki jam terbang tinggi dalam menangani para pemain di klub-klub besar seperti Inter Milan dan AC Milan. Sebagai fisioterapis, Leo harus memastikan kebugaran fisik para pemain tetap optimal, membantu pemulihan cedera, dan mendukung performa mereka di lapangan.
 
Dengan keahliannya, pendiri Fysiomed-sebuah pusat medis olahraga di Belanda-ini dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga kondisi fisik pemain Timnas Indonesia di turnamen Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang sangat ketat.
 
Chesley Ten Oever 
 
Serupa dengan Leo Echteld, namun Chesley merupakan fisioterapis Belanda yang mengkhususkan diri dalam terapi manual. Ia juga bekerja di Fysiomed. 
 
Chesley yang berpraktik sejak 2018 fokus pada penanganan masalah seperti nyeri punggung dan leher serta cedera di sekitar pinggul dan pangkal paha.
 
Chesley punya pendekatan yang menggabungkan fisioterapi, pelatihan pribadi, dan pelatihan performa olahraga untuk membantu klien mencapai kondisi fisik terbaik mereka.
 
Jordy Kluitenberg 
 
Analis video asal Belanda punya latar belakang yang kuat dalam analisis dan mengevaluasi jalannya pertandingan. Jordy telah bekerja dengan beberapa klub, termasuk Heerenveen di Eredivisie dan PEC Zwolle.
 
 
Ia sempat menjadi analis video dam berkolaborasi dengan Patrick Kluivert untuk Adana Demirspor di Turki selama musim 2023-2024.
 
Kelebihan Jordy terdapat pada keahliannya menganalisis rekaman pertandingan untuk memberikan wawasan taktis, membantu tim menyempurnakan strategi mereka dan meningkatkan performa.
 
Bram Verbruggen
 
Seorang team developer dari Belanda yang saat ini bekerja dengan Go Ahead Eagles, klub sepakbola di Eredivisie, Belanda. Bram berperan dalam membangun kohesi tim, mendukung pengembangan individu pemain, dan meningkatkan dinamika tim secara keseluruhan.
 
Bram memiliki latar belakang psikologi konseling dan pernah bekerja di Valencia CF dalam mengelola program talenta internasional.
 
Bram diakui ahli dalam pengembangan pribadi pemain dan staf dengan tujuan membangun budaya perbaikan berkelanjutan. Terutama bagi para pemain muda usia dalam menghadapi tantangan sulit.
 
Regi Blinker
 
Mantan pemain sayap asal Belanda yang pernah membela Feyenoord, Glasgow Celtic, dan Sheffield Wednesday. Setelah pensiun, ia terjun ke dunia wirausaha dan menjadi pendiri "Life After Football" yang merupakan sebuah majalah gaya hidup yang ditujukan untuk pemain sepakbola profesional. 
 
Dengan karier yang gemilang saat masih merumput, Regi punya pendekatan yang bagus sekaligus menjadi teladan bagi para pemain muda untuk berkembang. Terlebih  Regi punya pengalaman yang banyak sebagai ahli pengembangan sepakbola.
 
 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H