Akurat
Pemprov Sumsel

Jadi Pelatih Terbaik Liga 1 Edisi Maret, Imran Nahumarury Pertahankan Gengsi Pelatih Lokal

Endarti | 21 April 2025, 20:12 WIB
Jadi Pelatih Terbaik Liga 1 Edisi Maret, Imran Nahumarury Pertahankan Gengsi Pelatih Lokal
 
AKURAT.CO, Pelatih Malut United, Imran Nahumarury, didapuk sebagai pelatih terbaik Liga 1 Indonesia 2024-2025 edisi Maret 2025. Prestasi ini tak lepas dari keberhasilannya membawa Malut United ke papan atas Liga 1.
 
Juru taktik berusia 46 tahun itu sekaligus dinobatkan sebagai pelatih terbaik pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024-2025 usai mempersembahkan kemenangan 3-1 atas Persis Solo di laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (12/4). 
 
Total, sudah tiga penghargaan mingguan diraih setelah sebelumnya Imran Nahumarury juga menjadi pelatih terbaik Liga 1 pekan ke-12 dan 16.
 
"Terima kasih Liga 1 atas penghargaannya. Semua ini berkat kerja keras tim, pelatih dan pemain," ucap Imran Nahumarury dalam keterangan resminya, Senin (21/4).
 
 
"Penghargaan ini menjadi motivasi saya agar lebih baik lagi. Saya persembahkan penghargaan ini untuk pemain, pelatih, serta seluruh bagian tim yang selama ini telah mendukung."
 
Setelah sukses mengantarkan Malut United promosi ke Liga 1, Imran terus membawa Malut United ke posisi yang lebih baik di kompetisi teratas Indonesia. 
 
Kendati berstatus sebagai tim yang belum genap berusia dua tahun, Laskar Kie Raha mampu bersaing di papan atas Liga 1 2024-2025.
 
Di pekan ke-29, Malut United berada di urutan kelima klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 47 poin. Raihan itu merupakan hasil dari 12 kemenangan, sebelas imbang, dan enam kekalahan.
 
Bersama Imran, Laskar Kie Raha menorehkan catatan istimewa dengan meraih tujuh kemenangan dan empat imbang dalam sebelas laga terakhir sejak menelan kekalahan 0-1 dari Madura United (10/1).
 
 
Imran sebagai satu-satunya pelatih kepala lokal tersisa di Liga 1 musim ini mengungkapkan bahwa penghargaan yang ia raih menjadi bukti bahwa juru taktik dalam negeri pun bisa bersaing di kasta tertinggi. 
 
"Saya ingin mengatakan bahwa pelatih lokal itu bisa bersaing dengan pelatih asing di Liga 1, asalkan kami mau dan memiliki etos kerja yang bagus dan didukung oleh manajemen," tutur Imran.
 
Walau begitu, Imran belum puas. Pelatih kelahiran Ambon, 12 November 1978, ini bersyukur bisa berada di dalam keluarga Malut United sehingga membuatnya termotivasi untuk terus berkembang.
 
"Perjalanan karier saya masih panjang, jadi saya harus terus belajar. Kebetulan lingkungan dalam tim ini begitu baik, mulai dari pemain, pelatih, dan staf, sehingga menambah motivasi saya untuk menjadi lebih baik," ucap Imran.
 
Kini, Liga 1 menyisakan lima pertandingan. Terdekat, Malut United akan menghadapi Dewa United yang menghuni posisi ke-2 dalam lanjutan pekan ke-30 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat, (25/4).
 
Imran menegaskan bahwa ia fokus pada persiapan tim menghadapi laga selanjutnya agar bisa tampil maksimal di setiap pertandingan. Menurutnya, setiap pertandingan berbeda dan butuh persiapan yang berbeda pula.
 
"Saya tidak mau membebani pemain. Biarkan tim ini berjalan apa adanya. Apapun hasilnya di akhir musim, itulah hasil dari kerja keras kami," kata Imran.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H