Bobotoh Bersabar, Akhirnya Bisa Rayakan Gelar Juara Persib Bandung Sambil 'Ngopi di Kafe'

AKURAT.CO, Sesaat setelah wasit Muhammad Iqballuddin meniup peluit akhir laga Persik Kediri vs Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (5/5) sore WIB, kota Bandung akhirnya bisa lepas bergembira.
Tak pelak, hasil imbang 3-3 di laga Persik vs Persebaya untuk laga ke-31 Liga 1 Indonesia 2024-2025 itu memastikan Persib Bandung sebagai juara kompetisi sepakbola kasta tertinggi nasional.
Dengan tiga laga tersisa, Dewa United dan Persebaya Surabaya yang berada di posisi kedua dan ketiga tak lagi bisa mengejar Persib yang punya keunggulan sepuluh angka di puncak klasemen.
Baca Juga: Persik Kediri Tahan Imbang Persebaya Surabaya, Persib Bandung Juara Liga 1 2024-2025!
Sukses ini persis seperti yang dikatakan Pelatih Persib, Bojan Hodak, setelah Maung Bandung gagal memastikan gelar lebih cepat ketika dikalahkan Malut United di Ternate, Maluku Utara, pekan lalu.
Ketika itu, Bojan Hodak mengatakan bahwa suporter Persib perlu sabar dan berpotensi memastikan gelar juara tim idola mereka sambil “ngopi di kafe” menantikan hasil laga Persik vs Persebaya.
Harapan Bojan Hodak akhirnya jadi kenyataan. Bobotoh hanya duduk manis di Bandung dan seantero Jawa Barat untuk menikmati kegembiraan dengan berakhirnya derbi Jawa Timur di Kediri, sore tadi.
Baca Juga: Meski Dibekuk Malut United, Persib Bandung Masih Berpeluang Rayakan Gelar Juara Sambil Ngopi di Kafe
Bagi Maung Bandung gelar juara tahun ini bermakna banyak. Ini adalah gelar keempat di era Liga Indonesia sejak 1994 namun yang pertama di kompetisi penuh dan yang pertama secara beruntun.
Berkah lainnya adalah Persib akan menerima trofi di kandang mereka saat menjamu Barito Putera untuk pekan ke-32 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/5) pekan depan.
“Untuk pertamakalinya, Persib akan menerima trofi di Kota Bandung,” tulis Persib di akun X resmi mereka.
Dua gelar beruntun di dua musim terakhir juga membuktikan bahwa Persib adalah klub paling sukses sejak kompetisi berubah nama menjadi Liga 1 mulai 2017.
Di sisi lain, keberhasilan ini juga menancapkan juru taktik berusia 54 tahun asal Kroasia bernama Bojan Hodak sebagai pelatih sukses di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir setelah Stefano Cugurra dan Bernardo Tavares.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









