Akurat
Pemprov Sumsel

Komdis PSSI Hukum Suporter Arema Dilarang Beri Dukungan di Stadion Kanjuruhan Satu Laga

Endarti | 17 Mei 2025, 19:00 WIB
Komdis PSSI Hukum Suporter Arema Dilarang Beri Dukungan di Stadion Kanjuruhan Satu Laga

AKURAT.CO, Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhi hukuman terhadap suporter Arema FC imbas pelemparan bus Persik Kediri.

Aremania-sebutan suporter Arema FC-dihukum larangan memberikan dukungan langsung di kandang mereka, Stadion Kanjuruhan, sebanyak satu laga.

Sanksi bermula dari kejadian kurang mengenakkan usai laga Arema FC menjamu Persik Kediri di pekan ke-32 Liga 1 Indonesia 2024-2025 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (11/5).

Baca Juga: Kecewa dengan Pelemparan Bus Persik Kediri, Manajemen Arema Merasa tak Dihargai Suporter Sendiri

Pada momen itu sekelompok suporter Arema menimpuki bus tim Persik Kediri yang bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan.

Akibat peristiwa tersebut, bus yang ditumpangi pemain dan ofisial Macan Putih mengalami rusak di bagian kaca. Bahkan, Pelatih Persik, Divaldo Alves, mengalami luka ringan.

Berdasarkan surat Komdis PSSI, Panpel Arema dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Pasal 68 huruf (c) jo Pasal 69 ayat 1 dan ayat 2 sehubungan insiden tersebut.

Sanksi yang diberikan berupa larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat menjadi tuan rumah dan denda sebesar Rp20 juta.

Dengan hukuman ini artinya Aremania tidak boleh mendampingi Arema saat menjamu Semen Padang di laga pamungkas Liga 1 2024-2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei mendatang.

Baca Juga: LIB Sudah Kantongi Identitas Pelaku Pelemparan Bus Persik Kediri, Diduga Masih di Bawah Umur

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan tanggapannya terkait sanksi yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI dalam surat keputusan bernomor 179/L1/SK/KD-PSSI/V/2025 tertanggal 15 Mei 2025 itu. Erwin menegaskan bahwa Arema akan menghormati keputusan tersebut.

"Kami dari Panpel Arema FC menerima keputusan dari Komdis PSSI. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami semua untuk melakukan introspeksi dan berbenah diri," ujar Erwin Hardiyono melalui keterangan resminya, Jumat (16/5).

Lebih lanjut, Erwin tidak hanya menyoroti internal klub dan suporter, tetapi juga menaruh harapan pada pihak kepolisian. Arema FC memohon agar kepolisian melakukan evaluasi terhadap pola pengamanan dan penertiban, terutama di area zona empat atau di luar stadion.

"Kami juga memohon kepada pihak kepolisian untuk mengevaluasi pola pengamanan dan penertiban, terutama di area zona empat di luar stadion. Kami percaya pihak kepolisian akan segera mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan," tambahnya.

Erwin juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan bantuan Presidium Aremania Utas dan berbagai pihak lainnya, Aremania akan semakin berbenah diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivftas, menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.

"Kami yakin dengan bantuan Presidium Aremania Utas serta banyak pihak, kita semua akan berbenah dan semakin sportif dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama pertandingan," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H